23.8 C
Mojokerto
BerandaMETRO JABODETABEKPolemik Pembagunan SMUN 30 Tangerang Jadi Perhatian Lintas Tokoh

Polemik Pembagunan SMUN 30 Tangerang Jadi Perhatian Lintas Tokoh

PRN TANGERANG KABUPATEN| Polemik lahan SMAN 30 Kabupaten Tangerang yang berada di Kecamatan Sukamulya berbuntut panjang. Para Tokoh Kecamatan Sukamulya mulai dari Tokoh Organisasi Kepemudaan hingga Tokoh Masyarakat, Ulama dan Pemerhati Pendidikan berkumpul di salah satu Rumah Makan Cita Rasa Ceplak.

Dalam suasana silaturahmi dan acara buka puasa bersama, yang menjadi agenda inti dari pertemuan tersebut yaitu pembahasan tentang lahan SMAN 30 Kab Tangerang.

Hadir dalam acara tersebut Pemrakarsa berdirinya SMAN 30 yang juga Tokoh masyarakat Kec Sukamulya KH.Djasmaryadi dalam Sambutannya menyampaikan bahwa dalam menentukan lokasi lahan harusnya kami diajak musyawarah terlebih dahulu.

“karena yang mengusulkan kan kami bersama sama dengan pihak sekolah dan Pemerintah Kecamatan Sukamulya, lalu kenapa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten sudah menentukan ataupun mengarahkan ke salah satu titik lokasi yang tidak kami usulkan…Ada apa Ini,”  tanya Djasmaryadi.

Kepada PRN, Murhaedi, M.Pd selaku Tokoh Pemerhati Pendidikan yang juga pensiunan pejabat di Kota Tangerang Selatan menyayangkan sikap dan langkah Dinas Pendidikan dalam menentukan Lokasi untuk lahan SMAN 30 Kab Tangerang.

“Jelas tidak strategis bahkan tidak ada dalam format usulan,” Jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, tokoh ormas juga menyampaikan sikapnya. Jafar, Ketua Ormas Pendekar Banten Wilayah Kecamatan Sukamulya pun menganggapi bahwa pengadaan lahan ini diduga sarat nuansa politis dan kepentingan.

“kami akan ikut mengawasi nya bila ada indikasi upaya mencari keuntungan, kami selaku ormas berada di Garda terdepan yang akan melaporkan dan membawa kasus ini ke ranah hukum biar pada kapok,” Terang Jepar.

Senada dengan apa yg disampaikan Japar, Ketua Ketua Nasional Pemuda Indonesia (KNPI ) dan juga Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Sukamulya, H. Retno Juarno yang akrab dipanggil Bejo ini menyampaikan dukungan terhadap langkah tokoh masyarakat.

“demi masyarakat Kecamatan Sukamulya,
jangan korbankan siswa/i SMAN 30 Kab Tangerang untuk kepentingan pribadi maupun golongan karena mereka(Siswa/i) yang akan meneruskan pembangunan di wilayah Kecamatan Sukamulya,” terang Bejo.

Masih dalam keterangan Bejo, di hadapan para tokoh ia menyampaikan bahwa pertemuan ini sebagai bentuk silaturahmi para tokoh muda dan tokoh senior untuk menyamakan persepsi demi kemajuan Kecamatan Sukamulya terutama dalam bidang Pendidikan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil dari pertemuan ini akan disampaikan kepada Bapak Gubernur Propinsi Banten agar dapat mengetahui situasi di wilayah yang sebenarnya bukan hanya laporan ABS (Asal Bapak Senang) yang disampaikan oleh bawahannya sehingga program dan upaya pencegahan Korupsi yang menjadi program Bapak Gubernur Propinsi Banten dapat berjalan sesuai harapan .

“Kami mendukung Program Pembangunan SMAN 30 Kab Tangerang namun mekanismenya harus sesuai dengan aturan dan meminta agar lokasi peruntukan Lahan SMAN 30 Kab Tangerang di review ulang dan disesuaikan dengan usulan yang direkomendasikan oleh Pemerintah Kecamatan Sukamulya” tutupnya.

(Mul)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya