PRN Banyuwangi | Liburan Hari Raya IDul Fitri 1442 H, banyak tempat wisata yang di perbolehkan di buka di Kabupaten Banyuwangi. Tapi di bukanya tempat wisata harus mematuhi protokoler kesehatan Covid-19. Salah satunya tempat wisata pemandian Alam Sumber Waras, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi sejumlah pengunjung yang masuk ke tempat wisata tersebut ada yang tidak menggunakan masker dan melanggar protokoler kesehatan.
Takutnya mengindahkan tanpa memakai masker bagi pengunjung yang membludak bisa menyebabkan klaster baru penyebaran virus covid-19 dari tempat wisata di Banyuwangi.
Tempat pemandian sumber waras ini sebagai incaran rekreasi di kota Gandrung Banyuwangi pasalnya di Sumber Waras ini oleh masyarakat sekita airnya bisa di gunakan menyembuhkan penyakit dan tempat ini juga sebagai tempat edukasi, namun petugas wisata tersebut terkesan abaikan protokol kesehatan guna untuk memutus mata rantai penyebaran covid19, Sabtu ( 15/05/2021).
Dari pantauan tim media di lapangan, sejumlah pengunjung wisata di pemandian sumber waras itu, ada sebagian pengunjung dengan bebasnya tidak menggunakan masker, cuci tangan, para petugas pun tidak mengecek tes suhu tubuh para sejumlah pengunjung yang masuk.
Padahal di pintu masuk pemandian Sumber Waras sudah menyediakan test suhu tubuh manual maupun yang otomatis, dan ada juga hand sanitizer namun sangat disayangkan alat tersebut tidak di pergunakan sebagaimana fungsinya.
Parahnya, ditempat wisata tersebut padahal ada salahsatu petugas di pintu masuk dia sangat di sayangkan tidak melarang maupun mengimbau kepada pengunjung yang tidak menggunakan masker tidak untuk di perbolehkan masuk, melainkan pengunjung dengan bebasnya masuk ke pemandian Sumber Waras tanpa gunakan masker dan sebelum masuk diantara pengunjung juga tidak di wajibkan untuk mencuci tangan.
Selain pengunjung yang tidak menggunakan masker, pelayan kantin pun turut tidak menggunakan masker padahal mereka melayani ratusan pengunjung yang membeli makanan telah disediakan.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi , mengatakan, dirinya menyempatkan diri untuk meninjau keadaan tempat wisata yang baru dibuka hari jumat Kemarin itu.
“Maka dari itu kedatangan saya kesini (red. sumber waras ) dalam rangka itu ( red. meninjau)”terang Kades Taman Suruh.
Sebelum dengan ketidak ketersediaan masker yang di siapkan oleh pengelola, Lanjut Kades, Dirinya Akan Di malam hari ini (red. sabtu (15/05/2021) pihaknya akan mempersiapkan masker agar setiap pengunjung diwajibkan memakai masker
“ya nanti malam di belikan (red. disediakan) masker”tuturnya.
Masih Kata teguh, terkaitan dengan protokol kesehatannya, pihaknya harus mewajibkan pakai masker kepada pengunjung.
Masih kata dia, bagi pengunjung tidak mengunakan masker maka pengunjung tidak di persilahkan untuk masuk.
“kalau gak pakai masker gak boleh masuk, kalau mau masuk ya suruh beli masker” pungkasnya.
Perlu di ketahui, dengan adanya positif Covid-19 di Banyuwangi bertambah, seperti di langsir media, Klaster tarawih di Banyuwangi bertambah. Sebelumnya 38 orang positif COVID-19, kali ini meningkat menjadi 53 orang. 7 orang dirawat secara intensif di rumah sakit. Sementara yang meninggal dunia berjumlah 6 orang.
Klaster ini terjadi di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo. Tracing pun dilakukan oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan penambahan jumlah warga yang positif diduga karena penyebaran sudah sangat masif. Pihaknya telah melakukan tracing kepada 300 orang.
“Meningkat jadi 53 orang. Tracing sudah kita lakukan secara masif di sini. Mulai dari jemaah tarawih hingga keluarga dekat jemaah,” ujarnya kepada detikcom, Minggu (9/5/2021).
Harapan masyarakat Banyuwangi kepada Satgas Covid 19 lebih tegas untuk memantaui tentang protokol kesehatan Covid-19 di tempat wisata selama liburan Hari Raya Idul Fitri biar penyebaran virus bisa di putus .**
Solikin.

