close
HUKUM

Tanah Bengkok Dijadikan Galian C, Benarkah MUSPIKA Ngronggot Mengamini ?

PRN NGANJUK – Maraknya galian C bebas tanpa ijin dan tergiurnya hasil yang didapat dari usaha galian C, memicu tanah bengkok kaur desa juga digali.

Temuan ini terdapat di wilayah desa Banjarsari Kecamatan Ngronggot kabupaten Nganjuk, tanah bengkok milik 3 kaur dengan luas boto 300 di gali dengan alasan diratakan dan hasilnya dihuat membangun balai desa.

Pernyataan ini dikuatkan oleh PURNOMO selaku Kepala Desa Banjarsari kec. Ngronggot Nganjuk, melalui selulernya Purnomo menerangkan bahwa tujuannya menggali untuk meratakan sawah agar sejajar dengan sawah lainnya, dan hasil dari penjualan tanah yang digali untuk pembangunan kantor balai desa Banjarsari.

Masih dalam keterangan Purnomo, kegiatan ini diribya katakan tidak menyalahi aturan, pasalnya semua sedah mendapat ijin dari MUSPIKA kec. Ngronggot.

Sementara menurut Bowo selaku pengamat lingkungan hidup dan lembaga kontrol, bahwa segala bentuk usaha jenis galian yang menggunakan alat atau manual tergolong pada galian C, dan pemerintah sudah menerapkan ketentuan pidana yaitu UU 14/2009 ‘ setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP dipidana dengan pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak 10 milyat’ namun sepertinya ketentuan ini tidak berlaku buat Kepala desa Banjarsari. (Tobing)

Tags : Galian LiarNganjuk

Leave a Response

*