PRN BOJONEGORO | YAPERMA ( Yayasan Perjuangan Rakyat Malang ) DPC Bojonegoro tergugah untuk membantu kemalangan yang dialami oleh ibu urep dari Desa Kedungdowo Kec. Balen Kab. Bojonegoro, beliau telah mengalami kondisi penyakit reumatik hingga mengalami kelumpuhan sudah 25 tahun dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, menurut keterangan dari keluarga (Keponakan) ibu urep belum ada perhatian khusus dari pemerintah untuk membantu meringankan penyakit yang di derita oleh ibu urep, sedangkan bantuan sosial dari pemerintah berupa PKH baru diberikan tahun 2019, dibalik kondisi yg cukup memprihatinkan ditambah lagi penghasilan keponakan beliau yg hanya 60.000 per hari sungguh sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dari pemerintah yang tak kunjung datang.
Ibu urep sendiri tidak memiliki suami ataupun keluarga lain dan hanya bertumpu pada keponakan yg hanya berperpenghasilan pas pasan dan harus berpasrah pada takdir.
” Ya saya sendiri merasa iba dan prihatin mas dengan kondisi ibu urep sendiri, kasihan, kenapa sampai detik ini juga tidak ada tindakan khusus dari pemerintah desa ” ujar Ladimin selaku koordinator lapangan dari YAPERMA DPC BOJONEGORO.
” Kami akan melakukan upaya lanjutan guna membatu pihak ibu Urep supaya bisa mendapatkan hak nya mengigat masih banyak nya warga yg lebih mampu dari pada Bu Urip namun mendapatkan bantuan yg seharus nya juga di terima oleh Bu Urip dan kami juga akan berupaya menindak lanjuti lebih lanjut termasuk mengajukan bantuan kemanusiaan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro maupun pihak-pihak lain yg berkaitan.
Sangat di sayangkan sekali bila pihak kepala desa Kedungdowo tidak memberikan perhatian terhadap warganya salah satu nya ibu Urep mengingat kepala desa di pilih utk memberikan pelayanan yang merata bagi warga nya” ujar Eka Rahayu, S.H., M.H. selaku tim Advokasi YAPERMA DPC BOJONEGORO
Sementara itu tim YAMERMA saat ini telah membantu mengurus dokumen dokumen yg diperlukan mulai dari KTP dan KK sebagai syarat awal dokumen untuk mengajukan bantuan ke Dinas Dinas terkait.
Menurut keterangan dari Bapak Jupri selaku ketua Rt dari ibu Urep sendiri sudah berusaha mengupayakan untuk menyampaikan ke pihak Desa “saya sendiri sudah berusaha menyampaikan ke desa mas,dan sampai saat ini belum ada respon lanjutan dari pihak desa karna pihak Bu Urip belum memiliki Kartu keluarga sendiri ujar Bapak Jupri selaku RT menyampaikan ke wartawan penarakyat.
Setelah melakukan konfirmasi ke pihak desa dan bertemu dengan Sekertaris Desa Pak Huda, beliau mengatakan bahwasanya memang belum pernah diupayakan ke dinas dinas terkait untuk pengajuan bantuan, sementara itu ketika tim penarakyat mau mengkonfirmasi pihak Kepala Desa Yuyus Adisetyawan lagi-beliau nya tidak bisa di temui dan tidak sedang berada di kantor. (Rengga/tim)

