PRN BEKASI | – Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan adalah wujud nyata dari upaya Pemerintah untuk pembenahan Pendidikan dan Vokasi Kebudayaan .
Program SMK Pusat Keungggulan ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan Pendidikan Vokasi mendalam dan menyeluruh.
Seperti hal nya dengan SMK Negeri 15 Kota Bekasi yang di Pimpin Oleh Ibu Dra.Supriatin, menjadi satu satu nya Sekolah Kejuruan di Kota Bekasi yang ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan standar Ekonomi kreatif pada kompetensi keahlian tekhnik komputer jaringan tahap dua tahun 2021 dari Direktorat Jenderal (DIRJEN) Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Ketika diwawancarai, Dani Irawan S.Si selaku humas mengatakan “ibu Kepala Sekolah sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang telah kami capai, kami bisa terpilih sebagai Juara dan menjadi satu-satunya sekolah kejuruan di kota Bekasi, sebagai SMK Pusat Keunggulan yang telah di tetapkan Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud”, kata Dani pada Rabu, 23/6/2021.
“persyaratan nya pun banyak, harus melengkapi berkas-berkas lengkap kemudian membuat Video rencana aksi yang di upload pada aplikasi Topala, dan juga ada seleksi dan wawancara dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, Dunia Kerja atau biasa disebut dengan DUDIKA dan Direktorat SMK. Proses wawancara ini dilakukan secara online”.
Dani juga mengatakan bahwa perjuangan mereka bukan sampai disitu saja, dia menyampaikan walaupun SMKN 15 kota bekasi dapat hadiah yang cukup besar, dengan ditetapkannya sebagai SMK unggulan, akan tetapi visi misi mereka jauh lebih besar dari pada sekadar itu.
“Perjuangan kami bukan sampai disini saja, ditetapkannya SMKN 15 Kota Bekasi sebagai Pusat Sekolah Unggulan adalah suatu hadiah yang sangat besar yang harus kami syukuri, akan tetapi kami belum puas karena visi misi kami masih jauh dari pada sekadar itu. Kami ingin produk-produk siswa atau siswi kami dapat dimanfaatkan oleh semua orang. Untuk itu kami masih harus berjuang lebih keras lagi dalam mendidik anak-anak didik kami” tutupnya
(Sumanggar Th Tambunan).

