PRN BEKASI |Sejatinya seorang pemimpin, harus mampu mengatasi segala resiko yang mungkin terjadi , dan harus selalu berpedoman pada aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan.” mengutamakan tujuan yang jauh lebih besar ketimbang sekedar memikirkan resiko semata, menunjukkan sikap kelayakan sebagai PEMIMPIN.”. 29 JUNI 2021.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan audensi dengan Kepala Dinas pendidikan Kota Bekasi bapak Inayatullah beserta jajarannya di SDN MARGAHAYU V/XVIII, Bekasi 28 Juni 2021.
Audiensi yang juga dihadiri oleh Sekretaris PPID Dinas pendidikan kota Bekasi bapak krisman dan perwakilan kepala sekolah SMPN 1 dan juga Kepala Sekolah SMPN 5 kota Bekasi
Adapun audensi yang dilakukan, karena GMNI menyoroti kebijakan Dinas Pendidikan yang dipimpin oleh Inayatullah, dianggap kurang tepat, dimana Ribuan tablet di kota bekasi selama ini tersimpan rapih dan utuh di ruangan sekolah, dan tidak dipinjamkan dengan beberapa alasan termasuk resiko rusak ataupun resiko hilang karena tablet tersebut adalah aset Negara yang harus dipertanggung jawabkan.
Sedangkan menurut Bung Chris, alasan tersebut kurang tepat terkesan lebih mengutamakan keutuhan tablet semata, dan mengesampingkan kelancaran proses belajar mengajar terlebih dimasa Pandemik Covid-19, dan juga mengesampingkan peningkatan mutu pendidikan yang justru jauh lebih penting.
Apalagi bicara aset negara dia mengatakan bahwa aset negara itu yang palling berharga adalah para siswa sebagai penerus bangsa yang harus diperjuangkan, sehingga tidak ada lasan untuk tidak meminjamkan semua tablet yang ada di kota Bekasi sejumlah 3.609 unit tersebut.
Mempertimbangkan alasan Chris dan para kader GMNI Dinas Pendidikan Kota Bekasi akhirnya memperbolehkan, bahkan memerintakķan seluruh kepala sekolah yang mendapatkan bantuan bos kinerja berupa tablet itu, agar segera melakukan sosialisasi kepada para orang tua murid, dan melakukan pendataan dengan tujuan penyaluran tablet tersebut tepat sasaran.
Perintah tersebutpun disampaikan langsung kepada kepsek SMPN 1 bapak Muktia Wahyudi Isra, M.Pd, dan juga kepada kepsek SMPN 15 ibu Sri Mulyani,S.Pd,M.Pd, sebagai perwalikan yang mendapatkan bantuan bos kinerja di kota Bekasi yang turut hadir saat itu
” saya dan bapak kadis mengijinkan dan akan memerintahkan semua kepala sekolah agar melakukan sosialisi kepada para orang tua/siswa, sekaligus melakukan pendataan supaya tablet tersebut tepat sasaran” kata bapak Krisman Selaku Sekdin Kota Bekasi Senin 28/6/2021
Beliau juga meminta agar kepala sekolah membuat berita acara, untuk ditanda tangani orang tua/siswa sebagai bukti telah diterima. Ia juga berharap supaya tablet tersebut dapat dirawat sebaik mungkin oleh para orang tua/siswa setelah dipinjamkan.
“Saya minta kepala sekolah untuk membuat berita acara kepada orang tua/siswa, untuk ditanda tangani sebagai bukti telah diterima, dengan itu mudah mudahan para orang tua dapat menghimbau para siswa kita agar merawat dan menjaga tablet tersebut” sambungnya sambil menutup audiensi”
Ditempat berbeda Menanggapi hal tersebut Maruli Selaku ketua LSM Garda-P3ER mengatakan bahwa dirinya tetap apresiasi sikap Dinas Pendidikan Kota bekasi. walaupun menurutnya kebijakan pinjam pakai sarana tablet itu agak terlambat, ia juga meminta pihak sekolah selektif memilih anak yang patut dan tidak membebani orang tua/siswa secara hukum dalam proses pemakaiannya
“Walaupun kebijakan pinjam pakai sarana tablet rumah belajar itu terlambat diberikan kepada anak didik, ya Kami akan apresiasi juga, dan pihak sekolahpun benar benar selektif memilih anak yang patut dan layak meminjam tablet itu, dengan catatan, pinjam pakai itu jangan dijadikan beban hukum pula bagi anak didik atau orang tuanya bilamana sarana itu nantinya cacat atau rusak dalam proses pemakaian, agar penggunaannya oleh anak didik tidak dibawah tekanan. Dan kami menghimbau kepada orang tua agar merawat serta mengawasi dan memonitor penggunaannya.” Ujar Maruli ketika di mintai tanggapannya Selasa 29/6/2021
(Sumanggar Tambunan)

