27.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMLuar Biasa, “Delik Biasa” Terkesan Dibuat Biasa oleh Penegak Hukum

Luar Biasa, “Delik Biasa” Terkesan Dibuat Biasa oleh Penegak Hukum

PRN MOJOKERTO | Menjadi perguncingan seru ditengah masyarakat Sumbersono dan sekitarnya terkait perkara dugaan pencabulan gadis dibawah umur yang sudah masuk di meja Unit PPA Polres Mojokerto namun sampai berita ini diturunkan belum terdengar kasus tersebut berjalan.

Dalam beberapa keterangan warga dan hasil penelusuran awak media bahwa persoalan ini sudah jelas tertuang dalam keputusan keluarga korban agar masalah ini tetap harus diproses hukum.

Pernyataan keluarga korban disampaikan pada saat mediasi di balai desa Sumbersono yang dihadiri oleh Keluarga Korban, Pelaku, kepala desa Sumbersono dan perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta beberapa warga setempat dan dihari itu juga karena mediasi buntu, kasus dibawa ke Polres Mojokerto. minggu 4/7/20231. Pukul 22.00 wib.

Menurut Parmin (bukan nama sebenarnya, red) warga Sumbersono, dirinya dan beberapa warga yang lain merasa heran, mengapa kasus yang dapat mencoreng dan menghancurkan masa depan anak dibawah umur ini tidak segera diproses dan ditangkap pelakunya, wong sudah jelas-jelas pelakunya W dan M.

Parmin juga merasa kawatir dengan rumor yang berkembang di masyarakat Sumbersono, sebab ada kalimat “apabila kasus ini selesai damai maka pelaku dan korban harus keluar dari dusun/desa Sumbersono”

Sementara terdapat statement kesaksian Keluarga dekat Korban, dia menyampaikan rasa penyesalannya terhadap salah satu istri pelaku dengan nada sedikit sombong mengatakan, “kalau untuk menyantuni putri sehari 300 ribu ya ndak masalah, tidak habiskan uang saya, wong nang dompet saya sehari isi 1,5 jt sampai 2 juta. Meskipun P (korban) nanti operasi caesar nyantuni 10 juta juga bisa., Tapi kalau suamiku di penjara ya gak bisa bantu apa-apa ” katanya meniru ucapan salah satu istri pelaku.

Menanggapi hal ini Aditya Anugrah Purwanto, S.H. selaku Ketua LBH Pembela Rakyat Negeri (PRN) berharap penegak hukum dalam hal ini Unit PPA Polres Mojokerto tanggap dan merespon secepatnya proses hukum atas perkara dugaan pencabulan ini, pasalnya kasus ini telah menarik perhatian masyarakat dan tidak menuntut kemungkinan akan berdampak buruk bagi pelaku dan terutama korban yang masih dibawah umur.

Aditya Anugrah Purwanto, S.H. menambahkan terlepas dari kasus ini ada perdamaian pencabulan tersebut merupakan delik biasa, maka proses hukum terhadap tersangka akan tetap berjalan walaupun seandainya pihak keluarga korban sudah memaafkan tersangka (sudah berdamai/laporan dicabut). Namun, apabila ada perjanjian perdamaian, hal itu dapat menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan putusan saat perkara tersebut diperiksa di pengadilan.  Pungkas Aditya. (Mut)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya