32.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMKONTRADIKSI, Vaksinasi Tahap II di Kesamben Menimbulkan Kerumunan Tanpa Prokes

KONTRADIKSI, Vaksinasi Tahap II di Kesamben Menimbulkan Kerumunan Tanpa Prokes

PRN BLITAR| Vaksinasi di Puskesmas Kesamben, Kabupaten Blitar seperti sebuah kontradiksi. Masyarakat Berkerumun tanpa jarak untuk Vaksinasi, namun di sisi lain membuka peluang besar dalam menyebarkan virus. Sabtu (24/7/2021).

Antusias warga desa Kesamben dalam mendukung program Vaksinasi Covid-19 patut diacungi jempot. Pasalnya, sejak pagi hari masyarakat telah berduyun-duyun mendatangi Puskesmas untuk menerima suntikan vaksin Sinovac  tahap II.

Yang menjadi sorotan PRN pada kesempatan kali ini justru pada kesiapan panitia dalam mengatisipasi Prokes. Baik pengaturan jarak, penggunaan masker, mencuci tangan dan prokes lainnya.

Awak media PRN menghimpun data di lapangan menemukan masyarakat berkerumun dalam antrian tanpa jarak ideal. Di tengah kerumunan banyak ditemukan warga yang tidak mengenakan masker atau dengan sengaja menurunkan masker sampai ke dagu.

Foto warga tanpa masker dan menurunkan masker hingga dagu

Sementara awak media berkeliling, tidak ditemukan satgas Covid setempat atau petugas yang lazimnya bersiaga memantau kegiatan masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran Virus.

Kepada wartawan, Nanik, salah satu warga Sumber Nanas menyampaikan bahwa dirinya terpaksa berjibaku dalam kerumunan agar mendapat bukti telah mengikuti program vaksinasi.

“Saya butuh supaya bisa kerja ke Surabaya dan ngurus surat-surat mas,” kata Nanik pada wartawan.

Awak media mencoba meminta konfirmasi kepada kepala Puskesmas terkait kegiatan ini. Ditemui di tempat kerjanya, dr.Rovik menyampaikan bahwa kejadian ini disebabkan adanya keterlambatan distribusi vaksin. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya prokes menjadi alasan berikutnya.

“Kami hanya bisa konsentrasi memanggil masyarakat sesuai nomor antrian,” kata Rovik menggambarkan keadaan yang sulit untuk mengendalikan Prokes.

Pengamat kebijakan publik, Samsul S.H., menanggapi kejadian ini. Menurutnya, panitia kegiatan sudah seharusnya mengantisipasi segala kemungkinan agar tidak menimbulkan kerumunan yang terkesan Kontradiksi dengan tujuan vaksin.

Lebih lanjut Samsul menduga kurang adanya koordinasi atau komunikasi yang serius antara penyelenggara dengan Satgas Covid di lingkup Kecamatan.

“Kok bisa petugas Polsek dan Babinsa tidak ada dalam kegiatan yang melibatkan sebegitu banyak masyarakat,” kata Samsul menutup tanggapannya.

(Albert)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya