PRN MOJOKERTO | Upaya percepatan vaksinasi di Kota Mojokerto gencar dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Kesehatan.
Untuk mengetahui sejauh mana progres pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kota Mojokerto, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan sidak ke Dinas kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Selasa 8/6/2021.
Dalam kunjungan ini Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto diterima oleh Plt. Kadinkes P2KB Suhariyanto, didampingi Kabid P2P dr. Farida Mariana dan dr. Citra Mayangsari dan petugas Dishub.
Layanan vaksinasi sengaja dilakukan dengan salah satunya mendekatkan lokasi layanan kepada masyarakat.
Kata Ning ita saat diwawancarai oleh awak media Ning Ita menjelaskan, “pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap 3, Kota Mojokerto mendapatkan kuota 19 ribu dosis yang harus dihabiskan sampai dengan akhir bulan Juni 2021. Untuk tahap 3 ini sasarannya kelompok rentan dengan 13 kelompok yang sudah ditentukan berdasarkan Peraturan dari Menteri Kesehatan.
Walikota saat disambut Plt. Kadinkes P2KB, Kabid P2P seta petugas Dishub-jen dari jumlah kelompok rentan tersebut Kota Mojokerto sudah melaksanakan sebanyak 8 ribu sasaran. Dengan demikian masih ada sisa kuota 11 ribu sasaran. Dari jumlah 11 ribu inilah akan diberikan kepada masyarakat penerima bansos, “kebetulan bulan ini ada penerimaan bansos dari APBN dan APBD melalui e-warung, kita mendekati saran dan jadwalnya antara tanggal 15-16 Juni 2021,” katanya. Sasaran berikutnya adalah pelaku jasa transportasi yang ada di Kota Mojokerto. Teknisnya akan diundang di Kantor Dinas Perhubungan. Sasaran berikutnya adalah pelaku UMKM, untuk ini ada data 600 UMKM yang terdaftar. Selebihnya dibuka pendaftaran secara online bagi anak-anak remaja kota yang berada di luar kota yang mungkin sedang kuliah atau bekerja.
Pada kesempatan tersebut, Ning Ita minta kepada fasyankes agar ada yang buka layanan pada hari Minggu. Dari 12 fasyankes, minimal 6 diantaranya bisa melayani vaksinasi pada hari Minggu. “Mungkin pada hari kerja tidak bisa melaksanakan vaksin, sehingga dapat melayani mereka yang tidak bisa pada hari kerja. Untuk tempatnya akan diatur mendekati tempat tinggal atau tempat kerja dari pendaftar tersebut. Sasaran lain diberikan kepada penghuni Lapas, jika kuotanya masih cukup.
Walikota saat menerima penjelasan dari Plt. Kadinkes P2KB, hasil evaluasi lanjut Ning Ita, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama dengan sasaran Nakes mencapai 120 %, tahap kedua dengan sasaran pelayanan publik mecapai 148 %, dan lansia mencapai 60 %. Sementara kalau dilihat dari jumlah penduduk yang wajib vaksin sekitar 85 ribu jiwa dan 70 % diantaranya sudah divaksin.
Demi suksesnya vaksinasi di Kota Mojokerto, Ning Ita akan melibatkan Relawan yang diberi tugas untuk mengedukasi dan mengajak kepada sasaran untuk bersedia vaksinasi, sebab tugas relawan diantaranya menangani bencana baik bencana alam maupun non alam”, tuturnya Ning Ita.
Ning Ita juga menuturkan bahwa pelaksanaan vaksinasi tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak tetap aman, dan tidak terlalu berkerumun. Laksanakan vaksinasi dengan tertib dan teratur jangan pernah melepas masker.
Dengan tetap laksanakan 5M, 3T, vaksin dan berdoa menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kita semua. Bantulah pemerintah dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” jelasnya. (Wahab/Mud)

