PRN NGAWI | Bukan hanya slogan semata, memang fakta bahwa minum secangkir kopi panas di pagi maupun sore hari, akan membangkitkan semangat dan menumbuhkan inspirasi yang bagus bagi yang minum. Di era sekarang ini banyak sekali bermunculan kedai kopi dengan berbagai nama, mulai cafe, warung, depot, angkringan dan masih banyak istilah yang menjual kopi. Saat ini kopi tidak hanya diminum oleh orang tua saja, tapi anak muda banyak yang suka minum kopi, apalagi dengan berbagai varian rasa.
Seperti halya Desa Tawangrejo Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, yang melirik peluang kopi sangat bagus di pasaran, maka membentuk usaha dengan petani kopi dan masyarakat yang nganggur untuk mengolah kopi hasil kebun warga. Kopi yang dihasilkan petani Desa Tawangrejo jenis kopi robusta. Kopi bubuk robusta merupakan kopi yang nikmat dan mantab bila diseduh.
“Kopi bubuk yang kami hasilkan kita sepakati bersama di beri merk KOPITA ( kopi kita). Asli produk lokal warga Desa Tawangrejo. Hasilya nanti di jual di BUMDES, ditoko – toko maupun di pasar. Karena kurang bahan kopinya, kadang kami mendatangkan biji kopi dari Desa tetangga ( Desa Hargomulyo). Untuk proses pengolahan sementara kami tempatkan di rumah kami, mulai pemilihan biji kopi hingga pemanggangan untuk mencapai tingkat medium, sehingga tercipta kopi bubuk yang bagus serta cocok untuk dinikmati disegala cuaca, ujar Eko Setiyawan Kades Tawangrejo,”.
Eko Setiyawan juga menambahkan, Kopi bubuk merk Kopita ini diolah dan dikemas bersama- sama dengan warga, sehingga warga memperoleh tambahan penghasilan, guna memenuhi kebutuhan keluarga. Yang terpenting di sini kebersamaan, guyub rukun. Harga kopi bubuk merk Kopita sangat terjangkau untuk masyarakat, kemasan 150 gram dibandrol Rp.15.000,- Dengan adanya produk kopi bubuk kopita, semoga dapat mengubah kehidupan warga Desa Tawangrejo kearah yang lebih bagus dan sejahtera. Jatmiko

