32.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUM“Tidak Hutang Kok Disuruh Melunasi “ Diduga KBMT “MS” Tebuireng Kong Kalikong...

“Tidak Hutang Kok Disuruh Melunasi “ Diduga KBMT “MS” Tebuireng Kong Kalikong dengan Debitur

PRN JOMBANG | Tampak damai dan bernuansa seduluran kegiatan koperasi BMT ‘MS’ Tebuireng Jombang dalam memberikan pelayanan pinjaman bernuansa syariah kepada calon anggotanya, namun disisi lain diduga KBMT “MS” telah tega melukai orang lain dan tega membuat orang lain berpiutang dengan ancaman Sita Jaminan. 7/9/21.

Hal ini terjadi pada Suharto warga Ngoro Jombang, bagaikan disambar petir disiang bolong dan langsung struk yang dialami oleh Suharto setelah mendapatkan surat Pemberitahuan Sita Jaminan nomor 105/KBMT-MS/ADM/VII/2021 tertanggal 6 juli 2021 dari KBMT “MS” Tebuireng Jombang, pasalnya selain dirinya tidak merasa hutang di Koperasi tersebut, dirinya juga merasa tidak pernah menjaminkan sertifikat miliknya di Koperasi “BMT MS”.

Pernyataan tersebut senada dengan apa yang di sampaikan Samsul, SH. Selaku Kuasa Hukum dari Suharto, dalam keterangannya kasus yang sedang ditanganinya ini terbilang menarik, pasalnya jelas-jelas Kliennya yaitu Suharto Ngoro Jombang tidak pernah melakukan transaksi pinjaman apapun di Koperasi BMT yang dibawah naungan Pondok Pesantren Tebuireng itu, atau membuat Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) kepada siapapun, tiba-tiba mendapat surat pemberitahuan sita jaminan atas pinjaman dengan nomor kontrak 3487/KBMT-MS/H/IV/2017 atas nama peminjam Kasiyanto.

Lebih mengagetkannya lagi Suharto sampai jatuh sakit dan struk, dirinya (Suharto, red) diminta membantu menyelesaikan tanggungan pembiayaan atas nama Kasiyanto di KBMT ‘MS’ sebesar Rp. 80.900.000,- dari pinjaman pokok Rp.45.000.000,- padahal dalam hal ini Suharto tidak mengenal Kasiyanto. Tegas Samsul, SH.

“Saya sudah bertemu dengan saudara Syai’in, M.Sy. selaku Manager KBMT-MS dan beliau mengakui bahwa pihaknya juga tidak mengenal Suharto sebelumnya dan dalam proses persyaratan pinjaman juga tidak adanya APHT atau surat pernyataan pinjam jaminan atau surat kuasa apapun. Jadi tidak ada tawar menawar dalam hal ini yaitu pihak Koperasi mau menyerahkan baik-baik Sertifikat atas nama Suharto kepada kami atau kami laporkan” Pungkasnya.

Sementara menurut Kasiyanto saat dihubungi melalui selulernya membenarkan bahwa dirinya yang memakai serifikat atas nama Suharto untuk sebagai jaminan hutang di KBMT-MS Tebuireng Jombang.

Kasiyanto menambahkan bahwa asal mula sertifikat yang dirinya pakai anggunan berasal dari Yitno karena Yitno memiliki hutang kepada dirinya.

“Saya ibaratkan sertifikat sama dengan BPKB, siapa yang pegang bisa dibuat pengajuan pinjaman dan dalam hal ini yang bertanggung jawab ya mestinya Yitno” terang Kasiyanto.

Sampai berita ini diturunkan pihak koperasi BMT-MS belum dapat di komfirmasi baik langsung atau melalui telepon. (Aji/Samosir).

 

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya