PRN PASURUAN| Saluran irigasi yang berada pas tepat di belakang rumah dinas Walikota Pasuruan, Jalan Panglima Sudirman Kota Pasuruan rusak parah. Hal ini dimungkinkan lantaran kualitas pembangunan saluran irigasi (plengsengan) jelek, Selasa (21/9/2021).
Plengsengan dari samping barat kantor Kelurahan Purworejo, jalan Airlangga menuju ke arah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Pasuruan dan bermuara di Kali Basin (sebutan sungai di Kelurahan Kebonsari) terhenti di belakang Rumdin ( Rumah Dinas ) Walikota, yang rusak parah sepanjang +-70 meter ini seolah dalam pengerjaan pembangunannya terkesan asal-asalan.
Plengsengan yang rusak ini diperkirakan sebelumnya telah diperbaiki oleh Dinas PUPR sekira 5 tahun silam yang bersumber dari DAU (Dana Abadi Ummat) th 2016. Tapi melihat fakta di lapangan setelah waktu perbaikannya selesai, plengsengan tersebut meninggalkan masalah baru bagi penggarap sawah.
Yang kini penggarap sawah mengeluh akibat rusaknya plengsengan itu, debit air yang semula berjalan lancar kini berkurang lantaran banyak resapan ataupun celah yang memungkinkan debit air sawah itu menyebar.
Menurut keterangan Bu Lurah Purworejo Apriani, plengsengan itu masuk agenda pembangunan PUPR dan akan diperbaiki pada tahun 2022 mendatang, tentunya hal ini sangat membantu dalam upaya penanganannya.
“Plengsengan itu bukan kewenangan kami, tapi kami sudah koordinasikan kepada dinas terkait. Pembangunannya akan dilakukan pada tahun 2022 mendatang, itupun bila anggaran pembangunannya tidak direfokusing untuk penanganan covid-19,” ungkap Apriani.
Akan tetapi masyarakat menilai permasalahan itu terletak pada kualitas pembangunannya kala itu, serta bagaimana pengawasannya, sehingga dalam kurun waktu 5 tahun, plengsengan itu butuh perbaikan lagi. Sehingga anggaran daerah yang seharusnya untuk kepentingan pembangunan yang lain, berkutat hanya untuk pembangunan obyek yang sama.
Menanggapi hal ini, Kasi Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Pasuruan, Lami menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan perawatan berkala saluran irigasi di wilayah kecamatan Purworejo.
“Kami lakukan pemeliharaan bergilir pak sebab jumlah saluran cukup panjang, kami ada 13 orang pemeliharaan rutin di wilayah Kecamatan Purworejo,” terang Lami kepada awak media PRN.
Kesan yang disampaikan warga Kelurahan Purworejo agar setiap pembangunan di wilayahnya selalu dalam pantauan semua pihak, agar manfaat yang diperoleh masyarakat dapat dinikmati dalam kurun waktu yang panjang dan berkelanjutan hal ini demi terciptanya Kota Pasuruan sebagai Kota Madinah (Kota yang maju ekonominya, indah kotanya dan harmoni warganya).
( Agus )

