PRN MOJOKERTO| Walikota Mengadakan kegiatan Sosialisasi terkait program prioritas pendidikan yang bertempat di SDN Wates I, III dan IV Kota Mojokerto, Kamis (7/10/2021).
Amin Wahid Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto menyampaikan, tenaga pendidik sekolah sangat perlu mengenal lebih dekat dengan Walikota-nya agar persoalan sarana prasarana sekolah maupun inovasi tentang pembelajaran sekolah bisa dikomunikasikan dengan baik.
“Sosialisasi priorirtas penddikan ini adalah merupakan ikhtiar Ibu Walikota untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia” lanjutnya
“Wali Kota Mojokerto melalui kebijakannya banyak membantu sekolah. Selain membantu sarana prasarana sekolah, IT Sekolah juga membantu meningkatkan kesejahteraan GTT/PTT, semula honor Rp 700 ribu per bulan kini menjadi Rp 1,7 juta ditambah dari BOS minimal Rp 400 ribu, jadi total Rp 2,2 juta per bulan, belum lagi diikutkan BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.
Dengan program-program yang telah dirancang pemkot untuk bidang pendidikan, Walikota berharap dapat memberikan fasilitas terbaik bagi para siswa. Serta, membantu mereka menentukan dan meraih impiannya di masa depan.
“Bahkan untuk siswa SMA meski kewenangan Provinsi, masih bisa dibantu melalui beasiswa. Program Wali kota yang akan berjalan ini satu rumah satu sarjana dimana kami bekerjasama dengan BAZNAS, CSR maupun stakeholder lainnya demi meningkatkan SDM Kota Mojokerto,”
Terangnya.
Lebih lanjut dikatanya, Untuk itu saya selaku Wali Kota Mojokerto menetralkan setiap pejabat eselon II Kadis dan eselon III Camat dan Kabag agat ada perjanjian kinerja dengan Wali kota dan wajib menghasilkan inovasi.
“Harapannya nanti berimplikasi pada capaian predikat Kota Mojokerto sebagai Kota Inovatif. Setiap dinas dan jajaran di bawah kami berlakukan perjanjian kinerja, wajib menghasilkan inovasi. Kemudian nantinya kami laporkan ke Kemendagri dan dinilai tim dari Kemendagri. Hasilnya Alhamdulillah Kota Mojokerto berhasil raih predikat Kota terinovatif,” jelasnya.
Wali Kota Mojokerto yang baru dapat gelar dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini juga menyampaikan, setiap indek Inovasi Daerah, dikelola mengarah ke perubahaan yang memajukan daerah dan mendapat reward dari Kemendagri.
”Indeks Inovasi Daerah bukan sekadar penghargaan saja karena berimplikasi adanya dana tranfer dari Pusat ke Daerah dan rewardnya kita pakai untuk pembangunan Kota Mojokerto,” ujarnya.
Dengan jenjang pendidikan yang tinggi dan waktu sekolah yang lama merupakan indicator dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia untuk menyiapkan generasi emas di tahun yang akan datang, Harapnya.
(mahmudah)

