24.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMGubernur Khofifah : Pembangunan Smelter, Warga Gresik Jangan Jadi Penonton

Gubernur Khofifah : Pembangunan Smelter, Warga Gresik Jangan Jadi Penonton

PRN SURABAYA | Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa berharap pembangunan smelter atau pabrik pemurnian dan pengolahan mineral PT Freeport Indonesia di Gresik bisa menyerap tenaga kerja lokal sehingga warga Gresik tidak jadi penonton.

Itu dikatakan gubernur saat wawancara dengan TVRI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (14/10/2021). Menurutnya, Bupati Gresik sudah diingatkan soal rencana besar ini sehingga bisa menyiapkan Sumber Daya Manusi (SDM) yang menguasai teknologi. “Karena perusahaan ini adalah perusahaan berteknologi tinggi maka dibutuhkan keahliah khusus,” ungkapnya.

Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan smelter atau pabrik pemurnian dan pengolahan mineral PT Freeport Indonesia oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Selasa (12/10/2021), menjadi salah satu hadiah terbaik bagi hari ulang tahun (HUT) ke-76 Jawa Timur.

“Kehadiran smelter Freeport akan memberikan multiplier effects atau dampak positif yang besar bagi pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur,” ucap gubernur.

Gubernur Khofifah menyebutkan, sesuai Undang-undang (UU) nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, perusahaan tambang diwajibkan untuk membangun smelter atau pabrik pengolahan dengan tujuan bukan hasil tambang mentah yang dipasok ke pasar, tetapi sudah produk jadi untuk memberikan nilai tambah bagi daerah dan negara dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan, pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara.

“Kehadiran smelter di KEK Gresik ini juga akan menekan angka pengangguran karena dapat menyerap banyak tenaga kerja, serta munculnya industri-industri pendukung terkait,” imbuhnya.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran pabrik smelter ini akan meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) secara signifikan. “Saat masa konstruksi pembangunan smelter, setidaknya menyerap sekitar 40.000 pekerja. Saya sudah sampaikan ke Menteri BUMN supaya para pekerja lebih diutamakan dari Jawa Timur,” ujarnya.

Perusahaan yang dibangun  di lahan seluas 103 hektare tersebut ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2023 mendatang. Dipilhnya Gresik sebagai lokasi smelter, karena di wilayah tersebut terdapat pabrik semen yang dapat memanfaatkan hasil pengolahan asam sulfat, perak dan gipsum.

(kin/red)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya