By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Peringatan HSN 2021, Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Pencipta “Syubbanul Wathan” dan “Sholawat Badar”
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Peringatan HSN 2021, Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Pencipta “Syubbanul Wathan” dan “Sholawat Badar”
KABAR JATIM

Peringatan HSN 2021, Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Pencipta “Syubbanul Wathan” dan “Sholawat Badar”

Redaksi
Last updated: 24 Oktober 2021 9:33 am
Redaksi
Published: 24 Oktober 2021
Share
SHARE

PRN SURABAYA |Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada pencipta lagu “Syubbanul Wathan” KH Abdul Wahab Chasbullah dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (22/10).

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah pada putrinya, Hj Nyai Machfudhoh Aly Ubaid, seusai upacara peringatan Hari Santri. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada pencipta Sholawat Badar KH Ali Manshur Shiddiq yang diwakili keluarganya KH Syaiful Islam.

Untuk diketahui, lagu “Syubbanul Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah diciptakan tahun 1916. Pemerintah sendiri berencana memasukkan lagu tersebut sebagai lagu perjuangan nasional dengan menggubah syairnya ke dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu.

Sementara, Shalawat Badar diciptakan oleh KH. Ali Manshur Shiddiq pada tahun 1962 pasca dekrit 1959 dan jelang meletusnya Gestapu di tahun 1965. Sholawat badar digunakan oleh Kader NU untuk menyemangati diri dan sebagai simbol pembeda lagu Genjer-Genjer kala itu.

“Penghargaan ini mungkin terasa kecil artinya jika dibandingkan dengan sumbangsih keduanya terhadap Indonesia. Namun, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus penanda bahwa negara atau generasi penerus bangsa ini tidak pernah lupa akan jasa-jasa para pendahulunya,” ungkap Khofifah usai peringatan HSN 2021 di Kota Surabaya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga meminta para santri mendefinisikan ulang makna jihad dengan konteks kekinian. Bila dulu para santri berjihad melawan penjajahan Belanda dan berupaya mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini jihad yang dimaksud tidak lain adalah jihad melawan kemiskinan, memerangi kebodohan, dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Maka dari itu, Khofifah meminta para santri terus meng-upgrade skill digital, menempa kreativitas, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman. Santri juga harus menguasai berbagai keterampilan seperti, bidang teknologi, information technology (IT), bidang komunikasi dengan menguasai bahasa asing , menajemen waktu,  disiplin, sinergitas dan kolaborasi.

Menurut Khofifah, saat ini perkembangan teknologi begitu pesat. Penemuan teknologi-teknologi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya pun bermunculan dari waktu ke waktu. Era serba teknologi ini, kata Khofifah, kemudian turut mengubah pola interaksi dan pola bekerja manusia. Kondisi disrupsi ini diperkirakan akan memunculkan lapangan-lapangan pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

“Santri harus adaptif agar tidak tergerus kemajuan zaman. Ini penting untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya sekedar unggul, kompetitif, dan berdaya saing namun juga menjunjung tinggi nilai serta karakter kebangsaan,” imbuhnya.

“Saya optimistis santri-santri asal Jawa Timur dapat menempati posisi-posisi strategis di berbagai level dan bidang kehidupan bangsa, memberi kontribusi besar bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang,” tambah Khofifah.

Dorong Santri Masuk Industri Halal

Sementara itu, dalam peringatan HSN 2021, Khofifah juga menyinggung soal besarnya potensi industri halal dunia dan mendorong santri untuk menjadi pioneer dalam mewarnai pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dunia. Menurut Khofifah, jika potensi tersebut dikolaborasikan dengan kekuatan digital, maka potensi keuntungannya akan berkali lipat.

“Potensi yang dimiliki Indonesia sudah sepatutnya dapat menjadi kekuatan santri, pesantren dan alumni pesantren serta kekuatan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita kerja keras, kolaboratif dan terukur agar Indonesia bukan lagi negara pengimpor halal food terbesar di dunia, tapi berubah menjadi negara pengekspor produk halal food,” katanya.

Khofifah menyebut, potensi pasar produk halal dalam negeri sangat besar. Apalagi kini industri berbasis syariah semakin berkembang pesat di tengah besarnya jumlah populasi penduduk muslim Tanah Air serta kemudahan berusaha. Indonesia sendiri, kata dia belum optimal menyandang status sebagai produsen halal food dan diposisikan sebagai pasar potensial. Justru negara seperti Brazil dan Australia menjadi produsen makanan halal atau halal food terbesar di dunia adalah Brazil, disusul Australia.

“Idealnya, fenomena ini bisa dibalik karena potensi Indonesia sangat luar biasa. Saya berharap para santri bisa masuk dan mewarnai perkembangan industri halal di Indonesia,” pungkasnya. (kin/red)

You Might Also Like

BPS Catat; Ekonomi Jawa Timur Triwulan III-2024 Tumbuh 4,91 Persen (Y-on-Y)
Kakek yang Hidup Sebatang Kara Tewas Dalam Kamar
Pasangan Calon Bupati No Urut 01 Sanusi – Lathifah Hari Terakhir Kampanye Adakan Kesenian Bantengan Mberot Bersama Forum Komunikasi Pemuda Dempok (FKPD)
Kegiatan Pemkab Sumenep Di Hari Ke II Safari Kepulauan 2018 Di Kec. Kangayan Pulau Kangean
Kurang Dari 24 Jam, Polisi di Jombang Ringkus Pelaku Pengeroyokan yang Viral di Media Sosial
TAGGED:KhofifahSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji

Redaksi
By Redaksi
1 Oktober 2026
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?