PRN SUMENEP | Sikap Kepala Sekolah SMPN 1 Sumenep kurang profesional terhadap wartawan, Bertele-tele saat dikonfirmasi terkait adanya obat-obatan yang dibuang berserakan di area sekolah.
Obat-obatan tersebut adalah tablet tambah darah (kimia Farma) yang berjumlah banyak sekali yang dibiarkan begitu saja berserakan di area sekolah, di sebelah musholla yang berada di dalam lingkungan Sekolah.
Sementara di Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, ada orang yang sakit bertahun-tahun berbaring di tempat tidur, tidak sanggup untuk berobat karena tidak memiliki uang dan kartu BPJS disaat suaminya kerja dulu sudah tidak bisa digunakan lagi, karena sudah bertahun-tahun nunggak tidak sanggup membayarnya lagi, karena sudah tidak bekerja.
Informasi ini berawal dari kiriman vidio masyarakat Sumenep terkait berserakan Obat-obatan, awak media langsung berupaya mendatangi Sekolah untuk melakukan konfirmasi kepada pihak SMPN 1 Sumenep.
Namun apa yang didapat sangat diluar Ekspektasi kejurnalisan, pasalnya pihak SMPN 1 Sumenep terkesan mempersulit dan membatasi awak media untuk mencari duduk persoalan mengapa sampai obat-obatan bisa berserakan di area sekolah, bahkan awak media diminta menunggu sampai 1 jam namun juga tidak ada yang menemui.
Untuk mendapatkan informasi dan klarifikasi yang jelas sebagai hak jawab dari pihak sekolah, awak media mendesak untuk dipertemukan dengan Kepala Sekolah namun lagi-lagi pihak sekolah mempingpong persoalan kepada orang yang tidak memiliki kapasitas menjawab untuk menemui awak media Pena Rakyat News, yaitu Pardi. S.Pd (PNS) guru kesenian, alhasil Pardi tidak dapat memberikan statementnya.
“Saya guru kesenian yang tidak punya kewenangan untuk memberikan komentar bapak, dan Kepala Sekolah lagi diluar,” ujarnya.
Lebih lanjut melalui aplikasi whatsapp awak media mencoba menghubungi dan mengklarifikasi terkait temuan obat-obatan yang berserakan di area sekolah, namun Kepala SMPN 1 Sumenep enggan berkomentar melalui WA dan meminta dijadwalkan untuk bertemu langsung di sekolah dan lagi-lagi diluar dugaan bukannya jawaban klarifikasi didapat dari penanggung jawab pihak Sekolah namun awak media diminta untuk menemui Humas Agus Hermanto.
Sampai berita ini diturunkan Pena Rakyat News belum mendapatkan komfirmasi yang berimbang dari pihak SMPN 1 Sumenep dan terkesan Kepala SMPN 1 Sumenep enggan untuk memberikan hak jawab terkait dibuangnya obat-obatan jenis penambah darah ratusan bahkan ribuan butir di area halaman, mushola sekolah. (Erf)

