PRN MOJOKERTO| Kerjasama Operasi antara PT. Bumi Mas Perdana dan PT. Indra Gemilang Perkasa “terseok-seok” menyelesaikan proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Mojokerto. Meski demikian Erwin, Kontaktor Pelaksana berdalih pekerjaan proyek telah selesai dan kini telah memasuki masa pemeliharaan. Kamis (3/2/2022).
Sempat berkelit salah sambung ketika dikonfimrasi, Pengakuan terkait telah selesainya proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Mojokerto disampaikan langsung kepada PRN lewat pesan aplikasi WhatsApp.
“Pekerjaan sudah selesai… tinggal massa pemeliharaan,” balas Erwin, kontraktor pelaksana.

Kebiasaan berkelit tampaknya sudah menjadi suatu yang biasa bagi Erwin. Hal ini terkonfirmasi dari pengakuan Mashudi, Kepala dinas PUPR Kota Mojokerto. Orang nomor satu di dinas Perkerjaan Umum ini membantah telah menerima pekerjaan gedung DPRD dari Kontraktor Pelaksana.
“belum ada BAST, masih diberikesempatan perpanjangan waktu 50 hari dengan pemberlakuan denda,” kata Kepala Dinas.

Ditanyai terkait kebijakan kepala dinas atas pemberian adendum ke-2 bila kontraktor tidak mampu menyelesaikan proyek yang hanya menyisakan waktu 16 hari, Marsudi menyatakan masih pikir-pikir dan akan mengevaluasi pekerjaan.
Rekam jejak PT. Bumi Mas Perdana yang memegang saham 55% pada proyek pembangunan Gedung DPRD Kota perlu mendapat perhatian serius. Selain di kota Mojokerto, pengalaman pekerjaan yang terlambat penyelesaiannya juga terjadi di RSUD Saiful Anwar Malang.

Kemampuan keuangan yang bermasalah juga dikeluhkan oleh rekanan PT. Bina Jaya Perkasa Mandiri. Perusahaan supplier Scaffolding ini mengeluhkan sewa pelaratan yang menunggak hingga ratusan juta oleh Kontraktor Pelaksana proyek DPRD Kota Mojokerto.
“kami dijanjikan akan dibayar bulan oktober 2022,” kata Supplier mengeluh.
Penelusuran awak media di lapangan menunjukkan bahwa progres pengerjaan secara kasat mata bahkan belum memasuki 90%. Tampaknya Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto harus pikir-pikir dua kali untuk memberikan kesempatan kedua untuk kontraktor pelaksana ini.
Bukan saja itu, meneladani Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, bapak kepala dinas juga diharapkan dapat turun memantau langsung progras pembangunan gedung prestisius ini.
(Red)

