PRN Nganjuk | Hari selasa, 10-5-2022 di Desa Ngronggot Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk, digelar acara halal bihalal bersama kepala desa se-kabupaten Nganjuk. Tampak hadir sejumlah kepala desa hadir yang diselenggarakan di balai desa Ngronggot.
Saat acara berlangsung datang sejumlah massa yang mengatasnamakan komunitas lima jari untuk berunjuk rasa di desa Ngronggot. Aparat kepolisian dari Polsek Ngronggot dibantu juga dari Polres Nganjuk untuk menjaga keamanan acara halal bihalal di desa Ngronggot.

Di sela sela ricuhnya acara halal bihalal awak media mencoba menemui kepala desa Ngronggot tapi kepala desa tidak bisa ditemui untuk dikonfirmasi terkait demo di desa Ngronggot tersebut.
Dengan adanya acara yang bersamaan, komunitas lima jari tidak melanjutkan kegiatan demo di desa Ngronggot, menurut info yang didapat awak media dari salah satu perangkat desa yang tidak mau disebut namanya bahwa perwakilan dari komunitas lima jari sempat memberi selembar kertas kepada kepala desa yang ternyata itu adalah surat pemberitahuan yang isinya mereka (komunitas lima jari) akan kembali melakukan demo yang sama pada tanggal 17-5-2022.

Saat ditanya terkait permasahan sampai terjadinya demo, perangkat desa yang tidak mau di sebut namanya menyampaikan, “Mohon maaf mas saya tidak tahu. Nanti kalau ketemu pak kades sampean bisa nanya langsung”, sampainya.
Tgl 11-5-2022 awak media mencoba menemui warga Ngronggot berinisial (S) dan mengatakan bahwa terjadinya demo kemarin itu tidak mewakili warga desa Ngronggot, makanya kami warga desa Ngronggot yang tidak setuju dengan adanya demo tersebut ikut berkumpul di balai desa dan menyatakan ketidak setujuan kami warga desa Ngronggot dengan cara seperti itu (demo).
“Kalau ada masalah terkait apa pun di desa seyogyanya pakai cara musyawarah dan tidak menggunakan cara demo atau unjuk rasa seperti yang terjadi kemarin, terkait mau adanya demo susulan yang direncanakan tanggal 17-5-2022 mendatang, kami warga desa Ngronggot siap untuk menghadang para pedemo itu. Pada intinya kami tidak setuju dengan cara itu (demo) untuk menyelesaikan masalah yang ada di desa Ngronggot”, tutur salah satu warga kepada awak media. (Catur)

