By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: UNICEF: Usia 730 Tahun Surabaya Waktunya Naik Kelas Jadi Kota Layak Anak Dunia
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » UNICEF: Usia 730 Tahun Surabaya Waktunya Naik Kelas Jadi Kota Layak Anak Dunia
Uncategorized

UNICEF: Usia 730 Tahun Surabaya Waktunya Naik Kelas Jadi Kota Layak Anak Dunia

Redaksi
Last updated: 1 Juni 2023 10:51 am
Redaksi
Published: 1 Juni 2023
Share
SHARE

PRN Surabaya | UNICEF melalui Perwakilan Wilayah Jawa Timur menyerukan agar setelah 730 tahun berdiri, saatnya Surabaya mensejajarkan diri dengan kota layak dan ramah anak dunia. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun memastikan layanan anak terus diperkuat untuk menjadikan Surabaya sebagai kota layak anak.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ketika Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730 di Balai Kota Surabaya, Rabu (31/5/2023).

“Ada layanan anak, shelter dan berbagai pencegahan anak. Pembangunan infrastruktur juga dilakukan berbagai pihak untuk mendukung anak. Termasuk sekolah inklusi yang sekaligus memastikan rasa aman bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Tak hanya itu, Wali Kota Eri juga mengungkapkan, jika pada tingkat ujung tombak masyarakat ada program sinau bareng yang dilakukan di tiap Balai RW. Sinau Bareng ini bisa menjadi ruang bagi anak untuk berinteraksi sekaligus belajar. “Program Sinau Bareng dan Ngaji Bareng di Balai RW, juga akan terus digalakkan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara mendorong agar Surabaya yang berkali-kali menjadi Kota Layak Utama, dapat diterima menjadi anggota Child-Friendly City Initiative (CFCI) atau Kota Sahabat Anak tingkat Dunia. “Ini sebagai pertanda bahwa anak-anak, warga dan pemerintah kota-nya akan ‘naik kelas’,” kata Arie di sela Resepsi HJKS.

Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, UNICEF merasa perlu mendukung terus upaya pemerintah dan warga Surabaya dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anaknya. Sebagai informasi, pada tahun 2020, sekitar 56 persen dari populasi dunia atau sekitar 4,4 miliar orang tinggal di daerah perkotaan, dimana 1,18 miliar di antaranya adalah anak-anak. Angka tersebut akan meningkat menjadi 70 persen pada pertengahan abad ini atau sekitar tahun 2050-an.

“Maka dari itu, sangat penting Surabaya, sebagai calon anggota CFCI, menunjukkan cara mengantisipasi masa depan perkotaan agar tetap sayang, peduli dan melindungi semua anak-anaknya secara berkelanjutan. Surabaya bukan hanya harus naik kelas dengan menjadi CFCI, tapi nanti harus kerja keras jadi juara kelas!” kata  Arie.

Arie mengatakan, kemajuan perlindungan anak di daerah perkotaan akan menjadi kunci dalam mencapai Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. UNICEF mengapresiasi upaya revisi Peraturan Daerah Sistem Pelayanan Perlindungan Anak, Surat Edaran Wali Kota tentang Pelibatan Anak dalam Musrenbang di setiap tingkat RW dan Kelurahan, Promosi Desa Ramah Perempuan dan Anak, Peningkatan Kapasitas Forum Anak Surabaya (FAS) dan Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) bahkan pelatihan – pelatihan disiplin positif anti-bullying atau anti perundungan atau penindasan.

“Termasuk, dan terutama pencegahan kekerasan secara daring (online child sexual exploitation and abuse),” kata Arie.

Sementara itu, Ahli Perlindungan Anak UNICEF, Naning Julianingsih mengingatkan, selain melihat bahwa anak-anak sekarang sudah banyak yang digitally literate atau melek digital. Maka dari itu, perlu diperhatikan ada risiko penggunaan internet di kalangan anak.

“Satu diantara tiga anak atau 29 persen anak mengirimkan informasi pribadi mereka kepada seseorang yang belum pernah mereka temui secara langsung. Kemudian 11 persen anak pernah memutuskan bertemu langsung dengan seseorang yang pertama kali mereka temui secara online. Dan 22 persen anak-anak secara tidak terduga menemukan konten seksual online melalui iklan, media sosial, mesin telusur, dan aplikasi pemesanan,” kata Naning.

Fakta mengejutkan lainnya, Naning menyebut, 500 ribu anak di Indonesia dilaporkan telah mengalami eksploitasi seksual online dan perilaku berbahaya dalam satu tahun terakhir. “Memastikan budaya mengakses Internet memberi anak-anak dan remaja kesempatan tanpa batas untuk mengakses informasi, budaya, komunikasi, dan hiburan yang dapat memicu kreativitas mereka dan memperluas wawasanmereka,” ungkap Naning.

Menurutnya, peluang ini juga datang dengan risiko serius. Semua pihak seperti di ruang pengasuh, komunitas, guru, platform digital, dan pemerintah perlu memahami ancaman eksploitasi dan pelecehan seksual online dan menjadikan keamanan online anak-anak sebagai prioritas.

Karenanya, Pemkot Surabaya bersama UNICEF di Indonesia mengajak semua anak dan warga Kota Pahlawan agar menerapkan Jaga Bareng, sistem perlindungan anak daring dengan saling mengawasi satu sama lain. “Orang tua jaga anak, anak jaga anak, anak jaga orang dewasa. Semua saling jaga,” tutup Naning. (sun/sae)

You Might Also Like

STIE Yapan Surabaya Gelar Rapat Senat Terbuka Acara Tunggal Wisuda Sarjana dan Magester Tahun Akademik 2023-2024
Relawan Vantas Bergerak Merebut Simpatik Sampai ke Surabaya
Januari – Maret 2024, OJK Lakukan 336 Kegiatan Edukasi Keuangan
Ketua DPP Bersama Ketua DPD AMAN Kota Surabaya Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 H
UNTUK PERJUANGKAN RAKYAT, DPRD SUMENEP MERANCANG UPAH BURUH TANI
TAGGED:SurabayaUNICEF: Usia 730 Tahun Surabaya Waktunya Naik Kelas Jadi Kota Layak Anak Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sinden Muda Lintang Kairo Mengapresiasi Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri Curi Perhatian Pengunjung CFD di Wates

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?