PRN Sidoarjo | Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, menggelar Sosialisasi dan Pencanangan Desa/Kel cinta statistik (Cantik) yang diikuti seluruh desa/Kel pada hari Jumat 23 Agustus 2024,bertempat di Hall Jie Poek DW Resto Sidoarjo, saat ditemui awak media dikantor Senen (26-8-24).
Kegiatan ini dihadiri kepala Badan Pusat Statistik (BPS)Jatim Dr.ir.Zulkipli,M.si sebagai narasumber, Asisten pemerintahan dan kesra , serta pejabat pemda kab Sidoarjo diantaranya, kepala dinas OPD, kepala BPS Sidoarja, seluruh camat dan kepala desa dan kelurahan se kabupaten Sidoarjo.
Plt Bupati Sidoarjo Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten pemerintahan dan Kesra M. Ainur Rahman, A.P, M.Si. menyampaikan bahwa sesuai Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, tertulis bahwa perlunya pemanfaatan data melalui sistem informasi desa dalam proses pembangunan desa yang lebih baik.
Menurutnya Program Pembinaan Desa/Kelurahan Cantik adalah program pembinaan statistik sektoral di tingkat desa/kelurahan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif desa/kelurahan terhadap penyelenggaraan kegiatan statistik dan bagaimana mengelola/memanfaatkan data yang ada di desa/kelurahan ungkap ainur
Lanjutnya pengetahuan dan kemampuan statistik penting untuk merencanakan, memantau, mengevaluasi program dan kebijakan agar pembangunan desa menjadi lebih tepat sasaran. Sehingga desa/kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan harus memiliki literasi statistik yang baik. Perlunya ke depan dibentuk dan dilatih agen-agen statistic desa dapat mewujudkan.
Kepala BPS Jatim Dr.Zulkipli,Msi selaku narasumber dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini desa bukan sebagai obyek pembangunan semata, namun sudah menjadi subyek pembangunan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Banyak sekali aplikasi yang ada di Desa/Kelurahan, namun tidak semuanya diupdate, dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
Sambungnya sebagai Pembina data, sesuai Perpres No 39 tahun 2029 BPS hadir untuk menjembatani bagaimana aparat desa/kelurahan bisa lebih terarah sesuai dengan konsep Statistik mengupdate dan memanfaatkan data mereka sendiri, sehingga program desa cantik sudah dilaksanakan BPS beberapa tahun, dan banyak best practice yang bisa diterapkan di kabupaten Sidoarjo, melalui desa cantik untuk perencanaan dan pembangunan daerah.
Harapannya dengan diperkenalkan aplikasi SINGASARI (Sistem Informasi Pengelolaan Data Desa Terintegrasi). Aplikasi ini bisa mencakup semua data potensi yang dimiliki desa/kelurahan seperti monografi desa, sarana prasarana, pertanian, ekonomi sampai dengan kemiskinan yang sudah dilengkapi dengan tagging lokasi atau titik koordinat. Hal ini bisa dimanfaatkan Pemerintah Daerah ke depam untuk intervensi bantuan yang akan dilakukan, sehingga bisa lebih terarah dan tepat sasaran pungkas Zulkipli (sae)

