PRN Sidoarjo | Sidoarjo – Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, optimalisasi penggunaan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur pedesaan menjadi kunci utama dan instrumen penting dalam pembangunan di segala bidang. Namun, besarnya anggaran yang diterima suatu desa, kerap kali di selewengkan oknum terkait.
Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) menjadi bukti kurang maksimalnya pengelolaan dan penggunaan DD yang di terima desa Wonomlati, kecamatan Krembung, Sidoarjo, yang tanpa memperhatikan skala prioritas. Diduga, TPT di RT 09 RW 05 ini, dalam pelaksanaannya dijadikan titik infrastruktur dalam meraup keuntungan golongan tertentu.
Pasalnya, TPT di dusun Guyangan ini hanya di cantumkan volume panjangnya saja, yaitu 235 meter dengan anggaran Rp. 104.592.000. Pengamatan di lapangan, pada prasasti tak tercantum lebar dan tinggi pasangan batu kali di jalan tengah persawahan ini. Selain itu, plengsengan TPT ini pada tahun sebelumnya sudah tampak terbangun di sisi bagian timur sebagai pembatas dengan areal perkebunan tebu.
Kepala Desa Wonomlati,Hj Solikatin saat di konfirmasi perihal tersebut mengatakan, TPT itu baru di bangun tahun 2024 ini. Untuk tahun 2023, di lingkungan tersebut kita bangun pavingnya, jadi tidak ada dobel anggaran dalam pembangunan TPT di RT 09 RW 05 itu.(acs)




