PRN Sidoarjo | Sidoarjo – Setelah lama tidak memiliki pendopo desa akibat terbengkelai karena keterbatasan dana, di bulan September 2024 ini, pemdes dan warga desa Plaosan, Wonoayu merasa bersyukur. Pasalnya, dari sumber pendanaan yang lain, pembangunan pendopo balai desa bisa dilanjutkan sampai selesai dan dapat dijadikan sebagai aktifitas warga dan berbagai kegiatan yang di lakukan pemdes setempat dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Tepatnya hari Senin 16/09/2024 malam, rasa syukur warga Plaosan di wujudkan dengan tasyakuran, silaturahmi dan pegelaran wayang kulit di pendopo “Tri Anugrah Rahayu” yang baru saja selesai pembangunannya.
Tampak hadir dalam acara tersebut, pemdes Plaosan beserta semua jajaran dan lembaganya. Hadir juga, Benjamin Kristianto anggota DPRD provinsi Jatim dari partai Gerindra, Forkompimda Kecamatan Wonoayu dan para warga yang tampak antusias.
Pemotongan pita di lakukan oleh Camat Wonoayu, Drs Imam Mukri didampingi Mulyadi Kades Plaosan dan Forkompimda sebagai tanda penempatan pendopo desa “TRI Anugrah Rahayu” sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat.
Dr.Benjamin mengatakan dengan pendopo yang baru, kinerja perangkat desa diharapkan akan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat.
Mulyadi, Kades Plaosan, Wonoayu, Sidoarjo, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua warga desa Plaosan atas dukungan dan partisipasinya dalam suksesnya acara ini.
Diakhir sambutannya, Mulyadi mengharap doa kepada seluruh warga desa Plaosan agar dirinya bisa menjadi pemimpin yang amanah dan membawa desa Plaosan menjadi lebih baik lagi di segala sektor bidang kehidupan.
Drs Imam Mukri, Camat Wonoayu mengucapkan terima kasih kepada kades Plaosan yang telah berupaya menjadi kades yg baik untuk mewujudkan pendopo ini dari sumber pendanaan yang lain.
“Kades mengutamakan warganya sendiri demi menghidupkan dan mengoptimalkan budaya lokal desa. Karena warganya punya kemampuan sebagai dalang dalam upaya melestarikan budaya wayang kulit agar tetap hidup dan terjaga di tengah era digitalisasi saat ini.
Setelah gunungan di serahkan Camat Wonoayu, Imam Mukri kepada Ki Dalang Dwi Satrio Noto Negoro yang merupakan putra desa Plaosan sendiri, pertanda pagelaran wayang kulit bisa segera di mulai dengan Campursari Satrio Laras.
Jumain,warga dusun Plosan disela menikmati hiburan campursari mengucapkan terima kasih kepada Pak Kades yang mampu menyelesaikan pembangunan pendopo desa uang lama mangkrak. Semoga Pak Mulyadi sehat selalu, menjadi pemimpin yang amanah dan membawa desa Plaosan lebih baik lagi kedepannya. (acs)


