By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Mengadakan Workshop Dengan Tema “Jaranan jowo”.
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Mengadakan Workshop Dengan Tema “Jaranan jowo”.
KABAR JATIM

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Mengadakan Workshop Dengan Tema “Jaranan jowo”.

Redaksi
Last updated: 24 September 2025 8:36 am
Redaksi
Published: 24 September 2025
Share
SHARE

PRN Tulungagung |  Budaya merupakan identitas dan jatidiri suatu bangsa. Sudah menjadi keharusan bagi masyarakat untuk mengenali dan melestarikan budayanya sebagai ekosistem dimana orang orang hidup. Menurut E.B. Taylor. Kebudayaan sebagai suatu yang komplek mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dan lainnya, yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Jaranan merupakan karya seni tari yang secara filosofis terilhami oleh kontek spiritualitas, karena awal gerak tari ini untuk mencapai trance sebagai menuju muara spiritual. Dari sini spiritual mampu mangembang ke berbagai demensi seni. Mulai dari gerak, musik, sastra hingga geo politik. Jaranan merupakan kesenian tradisional jawa, terutama dari jawa timur yang menampilkan tarian sekelompok orang menggunakan kuda tiruan dari anyaman bambu kulit yang di sebut kuda kepang atau kuda lumping. Jaranan memiliki akar sejarah yang panjang sebagai warisan leluhur, yang selalu memiliki ciri spiritual yakni sisi magisnya.

” Kita sudah tahu apa itu jaranan sentherewe, jaranan pegon. Sekarang kita akan meng eksplor jaranan jawa. Kita gali datanya sebagai bukti warisan budaya tak benda” kata PLT bagus dari dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten tulungagung di acara pembukaan workshop di hol hotel narita tulungagung. Selasa 23/9/2025.

Workshop di hadiri kurang lebih 38 peserta dari berbagai komunitas jaranan, dari Tulungagung maupun luar Tulungagung. Workshop ini juga menghadirkan tenaga ahli di penelitian kesenian jaranan, ada juga sekelompok pengiat jaranan yang merepresentasikan model jaranan jawa. Yang memegang jaranan paling kuno, pakem dan klasik Tulungagung.

Workshop ini diselenggarakan dengan APBD tahun 2025. Untuk memperjelas apa tujuan mengangkat tema jaranan jowo sebagai aset budaya yang tak benda yang berhak cipta dan beridentitas. Untuk menghindari klaim klaim daerah laen sebagai pemegang satu model karya seni jaranan. Maka dari itu perlunya penelitian lebih lanjut untuk memilah dan memilih, perasamaan dan perbedaan dalam model jaranan jowo.

Jarana jowo adalah bentuk jaranan paling awala kemudian berubah dari masa kemasa, ada interes tertentu untuk transformasi bentuk kesenian jaranan. Bahkan terafiliasi dengan politik tertentu dan di klaim sebagai model kesenian mereka. Maka dari itu perlu di buatkan aturan dan hak cipta karya seni sebagai karakter, produkseni suatu daerah yang ber brandmerk.

You Might Also Like

Lestarikan Budaya, KORMI Akan Gelar Lomba Olahraga Tradisional di Ponpes Amanatul Ummah Pacet Kab Mojokerto
STIE Yapan Surabaya Umumkan Pemenang Lomba Debat Akutansi Tahun 2024
Sebanyak 33 Ribu Tiket Lebaran Sudah Terjual di Daop 8 Surabaya
Pemprov Jatim Apresiasi Kegiatan Forum Pengadaan Barang dan Jasa IPFE Tahun 2024
Pemerintah Kabupaten Malang Bangun Dinding Penahan Jalan Raya Dusun Bantur Timur Kecamatan Bantur
TAGGED:Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Mengadakan Workshop Dengan Tema "Jaranan jowo".Tulungagung
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
HUKUM

PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?