PRN Tulungagung | Budaya merupakan identitas dan jatidiri suatu bangsa. Sudah menjadi keharusan bagi masyarakat untuk mengenali dan melestarikan budayanya sebagai ekosistem dimana orang orang hidup. Menurut E.B. Taylor. Kebudayaan sebagai suatu yang komplek mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dan lainnya, yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Jaranan merupakan karya seni tari yang secara filosofis terilhami oleh kontek spiritualitas, karena awal gerak tari ini untuk mencapai trance sebagai menuju muara spiritual. Dari sini spiritual mampu mangembang ke berbagai demensi seni. Mulai dari gerak, musik, sastra hingga geo politik. Jaranan merupakan kesenian tradisional jawa, terutama dari jawa timur yang menampilkan tarian sekelompok orang menggunakan kuda tiruan dari anyaman bambu kulit yang di sebut kuda kepang atau kuda lumping. Jaranan memiliki akar sejarah yang panjang sebagai warisan leluhur, yang selalu memiliki ciri spiritual yakni sisi magisnya.
” Kita sudah tahu apa itu jaranan sentherewe, jaranan pegon. Sekarang kita akan meng eksplor jaranan jawa. Kita gali datanya sebagai bukti warisan budaya tak benda” kata PLT bagus dari dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten tulungagung di acara pembukaan workshop di hol hotel narita tulungagung. Selasa 23/9/2025.
Workshop di hadiri kurang lebih 38 peserta dari berbagai komunitas jaranan, dari Tulungagung maupun luar Tulungagung. Workshop ini juga menghadirkan tenaga ahli di penelitian kesenian jaranan, ada juga sekelompok pengiat jaranan yang merepresentasikan model jaranan jawa. Yang memegang jaranan paling kuno, pakem dan klasik Tulungagung.
Workshop ini diselenggarakan dengan APBD tahun 2025. Untuk memperjelas apa tujuan mengangkat tema jaranan jowo sebagai aset budaya yang tak benda yang berhak cipta dan beridentitas. Untuk menghindari klaim klaim daerah laen sebagai pemegang satu model karya seni jaranan. Maka dari itu perlunya penelitian lebih lanjut untuk memilah dan memilih, perasamaan dan perbedaan dalam model jaranan jowo.
Jarana jowo adalah bentuk jaranan paling awala kemudian berubah dari masa kemasa, ada interes tertentu untuk transformasi bentuk kesenian jaranan. Bahkan terafiliasi dengan politik tertentu dan di klaim sebagai model kesenian mereka. Maka dari itu perlu di buatkan aturan dan hak cipta karya seni sebagai karakter, produkseni suatu daerah yang ber brandmerk.

