PRN Ngawi | Minggu, 12 Oktober 2025. Dua siswa SMP Negeri 3 Paron bersama guru pendamping, Ibu Riana Fathonatul Qoidah, tampil mewakili sekolah dalam kegiatan Temu Pendidik Nusantara XII (TPN XII) yang diselenggarakan di Sekolah Cikal Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Kegiatan tahunan yang digagas oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) ini mengusung tema “Iklim Pendidikan, Pendidikan Iklim” dan diikuti oleh ratusan pendidik, pegiat pendidikan, serta pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi praktik baik, inovasi pembelajaran, serta pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata.
Selain Kelas Pendidik, TPN XII juga diisi dengan berbagai kegiatan inspiratif seperti pameran karya guru dan siswa, diskusi panel bersama tokoh pendidikan nasional, serta Career Challenge tantangan karier bagi pendidik untuk terus mengembangkan diri.
Acara ini juga menghadirkan talkshow bersama Najelaa Shihab dan beberapa pegiat pendidikan lainnya yang menyoroti pentingnya membangun budaya belajar yang kolaboratif, berpihak pada anak, dan berkelanjutan.
Dalam Sesi Kelas Pendidik, SMPN 3 Paron menghadirkan dua siswa, Anisa Khanza dan Rifki Apriyanto, yang mempresentasikan karya dan pengalaman belajar mereka melalui program unggulan sekolah, MUJEPA (Mulsa Jerami Padi).
Program MUJEPA lahir dari keprihatinan siswa terhadap banyaknya limbah jerami padi di lingkungan sekitar yang selama ini hanya dibakar setelah panen. Pembakaran jerami menyebabkan polusi udara dan menurunkan kualitas tanah. Dari keresahan itulah, muncul ide kreatif untuk mengolah jerami menjadi mulsa alami yang bermanfaat bagi pertanian sekaligus ramah lingkungan.
Melalui program ini, siswa belajar mengubah limbah menjadi sumber daya. Jerami yang semula dibuang kini dimanfaatkan untuk menutup permukaan tanah agar tetap lembap, mengurangi pertumbuhan gulma, dan memperkaya unsur hara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran lintas mata pelajaran, mulai dari sains (ekosistem dan daur ulang), bahasa (literasi lingkungan), hingga kewirausahaan (produk hijau ramah lingkungan).
MUJEPA menjadi bagian dari program lingkungan sekolah “Green Spegapa” dan Gerakan Literasi Spegapa (GERLIPA).
Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial terhadap bumi.
Kegiatan di TPN XII ini menjadi ajang pembelajaran berharga bagi para siswa sekaligus bukti nyata bahwa pendidikan berbasis lingkungan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian terhadap alam.
“Kami senang bisa berpartisipasi di Temu Pendidik Nusantara. Ini bukan hanya tentang menunjukkan hasil belajar, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak menjadi bagian dari perubahan positif dalam pendidikan Indonesia,”
ujar Ibu Riana Fathonatul Qoidah, guru pendamping sekaligus alumni Guru Gaharu ASHOKA.
Partisipasi SMPN 3 Paron dalam TPN XII semakin menegaskan komitmen sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, berakar pada nilai-nilai kehidupan, serta mendorong siswa menjadi pembelajar mandiri yang peduli terhadap keberlanjutan bumi. Jat


