PRN Ngawi | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi kembali mencatatkan capaian gemilang dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah. Hingga saat ini, progres fisik rekonstruksi jalan di sejumlah titik telah mencapai 93,190 persen, melebihi target yang telah ditentukan sebelumnya. Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rochman, menjelaskan bahwa percepatan progres pembangunan ini merupakan hasil dari kerja terukur, kolaboratif, serta pengawasan yang dilakukan secara ketat di lapangan. Menurutnya, seluruh proyek telah dimulai tepat waktu, meskipun sempat menghadapi tantangan di lapangan, terutama akibat faktor cuaca yang kerap tidak menentu dengan intensitas hujan tinggi.
“Tantangan terbesar kami memang ada pada cuaca yang sering berubah-ubah. Namun, berkat kerja sama tim yang solid dan dukungan berbagai pihak, semua kegiatan bisa berjalan sesuai rencana,” ujar Fauzi. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan proyek tetap berpedoman pada standar kualitas yang tinggi agar hasil pembangunan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pada tahun 2025, Dinas PUPR Ngawi mengerjakan lima ruas jalan strategis dengan total nilai kontrak sebesar Rp 25,2 miliar. Proyek tersebut meliputi: ruas Semen–Gerdon dengan nilai kontrak Rp 6.659.950.000 dan waktu pelaksanaan 8 Oktober–26 Desember 2025; Pandansari–Paron senilai Rp 1.232.705.000 dengan waktu pelaksanaan 9 Oktober–26 Desember 2025; Sine–Tulakan senilai Rp 3.032.204.000 dengan pelaksanaan 9 Oktober–27 Desember 2025; Geduro–Ngrambe dengan nilai Rp 666.000.000 dan waktu pelaksanaan 20 Oktober–18 Desember 2025; serta Tulakan–Winong dengan kontrak Rp 4.614.015.000 dan pelaksanaan 27 Oktober–25 Desember 2025.
Fauzi menjelaskan bahwa seluruh proyek rekonstruksi tahun ini menggunakan perpaduan konstruksi aspal dan beton, guna memastikan daya tahan jalan yang lebih kuat sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Pemilihan material ini juga didasarkan pada karakteristik tanah dan tingkat mobilitas kendaraan di masing-masing wilayah. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan hasil pembangunan memiliki umur teknis yang lebih panjang dan efisien dalam biaya pemeliharaan.
Lebih lanjut, Fauzi menegaskan bahwa tujuan utama dari pembangunan infrastruktur jalan ini adalah untuk memperlancar arus transportasi masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung berbagai sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Ia menilai, akses jalan yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempercepat mobilitas barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Ngawi, Sadli, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan saat ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam meningkatkan kualitas dan aksesibilitas infrastruktur daerah. Menurutnya, keberhasilan capaian tahun ini akan menjadi pijakan untuk program pembangunan berikutnya yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Ke depan, Dinas PUPR Ngawi telah menyiapkan rencana strategis komprehensif guna secara bertahap meningkatkan kualitas seluruh jaringan jalan kabupaten lainnya,” ujar Sadli. Ia berharap masyarakat dapat turut mendukung program pemerintah dalam menjaga hasil pembangunan, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Ngawi. Jatmiko.


