PRN MOJOKERTO | Bertahun-tahun warga bersuara bahkan dari lembaga control LSM, Media dan Ormas kerap bersuara lantang terkait maraknya penambangan galian C baik yang Ilegal atau yang berizin di wilayah Gondang kabupaten Mojokerto, namun faktanya silih berganti tanah-tanah subur dan produktif sebagai penopang perekonomian pangan warga tetap di gali dan khususnya Pemerintah Kabupaten terkesan tutup mata tutup telinga.
Saat ini keluhan warga khususnya warga Kalikatir kecamatan Gondang kabupaten Mojokerto semakin tak terbendung, pasalnya kekawatiran disaat musim penghujan seperti ini sangat menghantui setiap warga Kalikatir, bagaimana tidak tanah yang tadinya dapat dirasakan sebagai sumber pangan pertanian saat ini berubah total menjadi lobangan-lobangan yang dalam dan menganga sehingga tidak ada sedikitpun pertahanan untuk menopang apabila terjadi hujan lebat terus menerus.
Banjir dan longsor adalah dua peristiwa yang dikawatirkan oleh kebanyakan warga Kalikatir seperti yang dirasakan oleh sebut saja Saiful (bukan nama sebenarnya, red) warga Kalikatir, dirinya sudah sering bersuara namun suara Saiful terkesan hanya sebagai kicauan burung yang tidak ada artinnya, penambangan tetap berjalan tanpa mempedulikan lingkungan dan bahkan semakin dirinya bersuara kerap mendapat ancaman-ancaman dari yang diduga kroni-kroni penambang yang dibayar oleh perusahaan (calvary, red).
Dari informasi yang didapat oleh wartawan investigasi penarakyatnews.id bahwa perihal tambang galian C yang di kawasan Kalikatir memang sulit untuk di tutup bahkan APH pun enggan bergerak, hal ini dapat banyak dugaan dugaan bahwa APH telah masuk angin, faktanya dari keterangan beberapa warga bahwa terdapat kurang lebih 2 bulan yang lalu Galian C yang ber afiliasi dengan perusahaan pemecah batu Calvary juga telah diduga mengkondisikan Kepala Desa setempat mencapai ratusan juta agar dapat menggunakan Tanah Kas Desa (TKD) untuk sarana transpotasi truk pengangkut material galian.
Sampai berita ini diturunkan keluhan warga Kalikatir dan sekitarnya terus terngiang bahkan berharap dari Mabes Polri segera turun untuk menutup semua galian yang ada di Kalikatir. (man)

