PRN Ngawi | Hasil perolehan medali Kabupaten Ngawi pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Ngawi. Dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan, kontingen Ngawi hanya mampu membawa pulang satu medali.
Sebelum mengikuti kompetisi, para atlet diberangkatkan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno. Pemberangkatan, 22-6-2026 tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi agar para atlet mampu memberikan penampilan terbaik selama berlaga.
Kontingen O2SN Kabupaten Ngawi diperkuat 18 atlet yang berasal dari berbagai sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, serta didampingi empat orang pendamping dari Dinas Pendidikan Aris, Dicky, Aditya dan Setiawan. Mereka merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan di tingkat kabupaten.
Untuk jenjang sekolah dasar, atlet berasal dari SDN Dero 1, SDN Tambakromo II, SDIT Al Islam Sine, SDN Babadan 1, SDN Karangjati 1, SDN Kedunggalar 1, SDN Keniten 1, dan SDN Pangkur III. Sementara jenjang SMP diwakili oleh SMP Negeri 2 Ngawi, SMP Negeri 1 Kedunggalar, SMP Negeri 1 Paron, SMP Negeri 1 Pangkur, dan SMP Negeri 1 Geneng.
Meski seluruh atlet telah berjuang maksimal di cabang olahraga masing-masing, hasil yang diraih belum sesuai harapan. Dari seluruh cabang olahraga yang diikuti, Kabupaten Ngawi hanya berhasil meraih satu medali.
Satu-satunya prestasi yang berhasil dipersembahkan datang dari cabang olahraga bulu tangkis. Annora Revina Ghaisani, siswi SMP Negeri 1 Pangkur, sukses meraih Juara III dan menjadi penyumbang satu-satunya medali bagi kontingen Kabupaten Ngawi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, menyampaikan bahwa hasil tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, para guru olahraga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet agar mampu bersaing dengan daerah lain yang persaingannya semakin ketat.
Ia menegaskan, pembinaan olahraga prestasi harus dimulai sejak usia dini melalui program yang terarah di tingkat SD maupun SMP. Dengan latihan yang berkesinambungan dan dukungan semua pihak, diharapkan potensi siswa dapat berkembang secara maksimal sehingga mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi.
Kabul berharap hasil O2SN tahun ini menjadi motivasi untuk melakukan pembenahan pembinaan olahraga di Kabupaten Ngawi. Ia optimistis, melalui program khusus dan kerja sama antara sekolah, guru olahraga, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pada O2SN tahun mendatang Kabupaten Ngawi mampu meraih lebih banyak medali, bahkan menargetkan juara pertama di setiap cabang olahraga yang diikuti. Jatmiko.

