PRN Ngawi | Pemerintah Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam mengolah pupuk secara mandiri.
Kegiatan tersebut dihadiri petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi serta Kepala Desa Kauman. Serta Forpincam Kecamatan Widodaren. Pelatihan juga diikuti lima ketua kelompok tani yang berada di wilayah Desa Kauman.
Lima kelompok tani yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Kelompok Tani Tanjang Sari yang diketuai Sugino, Kelompok Tani Gembung Sari diketuai Wagiyo, serta Kelompok Tani Sumbermakmur yang diketuai Suyatno.
Selanjutnya, hadir pula Ketua Kelompok Tani Amongkismo, Giyatno, dan Ketua Kelompok Tani Dirgosari, Suparmin. Kehadiran para ketua kelompok tani diharapkan dapat menjadi awal untuk menyebarluaskan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk organik kepada para anggotanya.
Dalam pelatihan tersebut, petugas PPL memberikan penjelasan dan pendampingan mengenai pembuatan pupuk organik. Para peserta mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan untuk memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pelatihan ini dinilai penting karena penggunaan pupuk organik mulai banyak diminati oleh para petani. Selain dapat menjadi alternatif dalam pemupukan tanaman, pembuatan pupuk secara mandiri juga dinilai dapat membantu menekan biaya produksi pertanian.
Dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia, petani diharapkan tidak selalu bergantung pada pupuk dari luar. Pupuk organik juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan lahan pertanian secara lebih berkelanjutan.
Kepala Desa Kauman Sudarmanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi para petani. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat dipraktikkan di masing-masing kelompok tani sehingga hasil pertanian semakin baik.
Melalui pelatihan pembuatan pupuk organik ini, Pemerintah Desa Kauman bersama petugas pertanian berharap para petani semakin mandiri, mampu menghemat biaya pemupukan, serta memperoleh hasil pertanian yang memuaskan. (Jatmiko).

