PRN SUMENEP – Aktivis GMBI Sumenep kholid sebagai ketua GMBI Distrik Sumenep bersama awak media mendatangi kantor Dinas Perhubungan di Kabupaten Sumenep ujung timur pulau garam madura Jawa Timur, Kamis 04/10/2018.
Kedatangan mereka mempertanyakan persoalan KMP-Satya Kencana yang memuat barang dan alat berat milik PT. Sumber Anugerah ke pulau Ra’as (Bisnis), yang seharusnya biasanya KMP-Satya Kencana ini di pergunakan untuk transportasi laut Kalianget – jangkar untuk mengangkut penumpang umum dan barang miliknya dengan menggunakan bahan bakar bersubsidi dari pemerintah.
Tapi KMP-Satya kencana pada hari kamis 04/10/2018, digunakan untuk mengangkut barang dan alat berat milik PT. Sumber Anugerah Agung ke pulau ra’as “Bisnis”.
” kenapa KMP-Satya kencana bisa berlayar kepulau Ra’as untuk bisnis pak kadis…? Yang seharusnya KMP-Satya kencana rutenya Kalianget – jangkar untuk angkutan penumpang umum dan barang ” pertanyaan kholid ketua GMBI Distrik Sumenep kepada Sustono kadis PERHUB kab. Sumenep.
Dengan Nada tenang Sustono” Saya cuma memberikan Ijin penggunaan fasilitas pelabuhan aja mas terhitung hari kamis 04/10/2018 pukul 02.00-07.00 wib. Bukan untuk penggunaan KMP-Satya kencana dengan rute Kalianget – Ra’as, itu bukan wewenang saya ” tutur Sustono menjawab pertanyaan ketua LSM GMBI.
Setelah Sustono memberikan jawaban seperti itu, kholek bergegas bersama awak media untuk menelusuri persoalan ini ke kantor sabandar Kalianget, untuk menelusuri lebih detail tentang persoalan tersebut.
” ayo kita korek lebih detail ke pihak sabandar tentang persoalan ini, jangan sampai ada oknum melakukan pelanggaran, yang dikhawatirkan KMP-Satya Kencana yang digunakan PT. SUMBER ANUGERAH AGUNG (bisnis) terkait Vadiasi ijin trayek nya ditemukan penyimpangan dalam penggunaan BBM bersubsidi, ” tutur kholid kepada awak media PRN SUMENEP. (erfandi).

