PRN SUMENEP, Gerakan Aktivis Kalianget Bersatu yang terdiri dari gabungan beberapa Wartawan dan LSM selaku masyarakat kalianget pencari fakta, terkait dugaan beberapa kejanggalan dalam penyelenggaraan pilkades serentak tahun 2019 yang diselenggarakan di desa Kalianget Timur pada tanggal 07/11/2019 lalu.
Pasalnya diduga diindikasi banyak kejangalan yang di temukan oleh Aktivis Kalianget Bersatu yang di ketuai oleh SARKAWI, dugaan kejanggalan tersebut berawal dari penetapan Daftar Pemilihan Sementara (DPS).
Menurut keterangan dari SARKAWI Selaku ketua dari Aktivis Kalianget Bersatu mengatakan bahwa Panitia banyak yang tidak melibatkan ketua Rt setempat selaku penanggung jawab dan yang tau betul dengan keberadaan warganya.
“Kejanggalan yang kami kumpulkan Diantaranya; Panitia tidak melibatkan RT setempat dalam DPS, Undangan yang disebarkan tidak melibatkan dari semua saksi l calon, Undangan temukan ada yang ganda, Undangan banyak yang tidak disampaikan, Warga yang sudah lama pindah tapi terdaftar pada daftar hasil pencoblosan, Orang yg Sudah meninggal masih dapat undangan dan juga terdaftar dalam hasil pencoblosan, Dari calon pilkades tidak diberikan salinan daftar Pemilih, Batas waktu yg ditentukan Dari jam 08.00 s/d 14.00, namun di lapangan sampai jam 16.00.masih ada masyarakat yg masuk dari luar, tanda tangan pemilih ada yang palsu.” Kata Sarkawi kepada awak media PRN Sumenep, Senin 18/11/2019.
Atas dugaan beberapa kejanggalan awal yang ditemukan oleh Aktivis Kalianget Bersatu melayangkan surat ke beberapa instansi seperti; BPD desa Kalianget Timur, Pemerintahan desa Kalianget Timur, kecamatan Kalianget, Kapolsek Kalianget dan Danramil Kalianget.
Untuk mewakili suara masyarakat Kalianget, SARKAWI selaku ketua berharap dalam pelaksanaan Pilkades harus transparan dan jujur dalam memilih seorang Pemimpin desa demi kenyamanan dan kemajuan desa Kalianget kedepannya dan pemerintah terkait harus bertindak tegas terhadap orang yang diduga melakukan kecurangan ini hanya demi kepentingan kelompok saja.
SAHAWI selaku ketua BPD Desa Kalianget Timur disaat menerima Surat Dumas dari SARKAWI Ketua Aktivis Kalianget Bersatu menyatakan bahwa, “BPD hanya sebatas mengawal dan persoalan ini akan kami sampaikan kepada ketua Panitia Pilkades nantinya”, ucapnya kepada sejumlah Aktivis Kalianget Bersatu diruang kantor BPD. Senin 18/11/2019.

