By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: WISATA RELIGIUS ASTA GUMUK DI KABUPATEN SUMENEP BANYAK DI DATANGI PEZIARAH.
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » WISATA RELIGIUS ASTA GUMUK DI KABUPATEN SUMENEP BANYAK DI DATANGI PEZIARAH.
HIBURAN, SENI & BUDAYA

WISATA RELIGIUS ASTA GUMUK DI KABUPATEN SUMENEP BANYAK DI DATANGI PEZIARAH.

Redaksi
Last updated: 5 Mei 2020 8:18 am
Redaksi
Published: 5 Mei 2020
Share
SHARE

PRN SUMENEP | Konon menurut cerita Asta Gumuk makam dari Kiai Moh Ali Brambang, dikenal sebagai ulama yang tersohor di masa kerajaan Sumenep yang memiliki keistimewaan membuat seekor kera bisa mengaji Al-Qur’an di masa itu, makam tersebut terletak di sebelah timur bandara Internasional Turnojoyo Sumenep, desa Kalimo’ok, kecamatan Kalianget, kabupaten Sumenep, ujung timur Pulau Garam Madura. Selasa 05/05/2020.

Hal itu terjadi karena pada suatu hari, K. Moh Ali sempat memukul anak seorang Raja Sumenep, hingga membuat Raja marah dan diminta mengajari seekor kera untuk mengaji. Sehingga berkat keilmuan yang dimiliki K. Moh Ali, sikera tersebut akhirnya bisa mengaji. Dari itu ada anggapan ilmu seseorang belum sempurna sebelum ziarah ke makam K. Moh Ali. Brambang.

Kiai Moh Ali Brambang mempunyai silsilah dari Syekh Maulana Sayyid Jakfar, As Sidik atau dikenal dengan Sunan Kudus yang mempunyai keturunan Pangeran Katandur, yang mempunyai empat anak yaitu : Kiai Hatib Paddusan, Kiai Hatib Sendang, Kiai Hatib Rajul, dan Kiai Hatib Paranggan.

K. Moh Ali Brambang adalah putra pertama dari Kiai Hatib Paddusan. Dia seorang penyiar agama Islam dan ulama besar yang disegani selama hidupnya, yang wafat tahun 1092 H. Bahkan raja Sumenep pun juga pernah berguru kepadanya, karena K. Moh AIi mempunyai kelebihan di luar nalar, yakni bisa mengajari kera berbicara bahkan sampai bisa mengaji.

Dalam cerita ini menjelaskan bahwa, pada masa kerajaan Sumenep, Raja Sumenep memiliki anak yang dititipkan kepada K. Moh Ali untuk belajar mengaji. Pada saat belajar mengaji putra Raja tersebut dipukul oleh Kiai Moh Ali, dan akhirnya putra Raja pulang untuk mengadukan sikap Kiai Moh Ali pada sang ayah, sehingga sang ayah/Raja sangat marah pada K. Moh Ali. Dan menanyakan apa alasan putranya dipukul. Dengan tenang K. Moh Ali menjawab bahwa tidak berniat memukul putra raja melainkan kebodohannya yang dipukul, agar kebodohan itu tidak menemani putra raja.

Dari jawaban tersebut Sang Raja tersinggung dan marah, lantas Raja mengatakan bahwa jika memang K. Moh Ali bisa membuat orang pintar dengan memukul, maka K. Moh Ali boleh pulang membawa kera dengan syarat harus bisa mengajari kera tersebut mengaji.

Ringkas cerita, K. Moh Ali setiap malam mengajak kera memancing, pada malam ke 39, jari kera tersebut di ikat dengan tali yang terbuat dari sabut kelapa lalu dibakarnya sambil memerintahkan sesuatu kepada kera. “Hai kera jika api ini sampai pada jarimu dan terasa panas, maka teriaklah dengan mengatakan panas!”.

Pada saat proses itulah kera tersebut bisa berbicara dan bisa mengaji. Tiba saatnya K. Moh Ali dan kera untuk kembali ke Keraton dan setelah berda di Keraton dalam pertemuan besar dengan Raja dan disaksikan oleh para punggawa kerajaan, setelah semua berkumpul di kerajaan, sang kera di beri Alquran untuk mengaji dan betapa terkejutnya Raja beserta para punggawa yang hadir melihat dan mendengar kera tersebut bisa mengaji Alquran dengan indah.

Setelah selesai mengaji, K. Moh Ali melemparkan pisang kepada kera dan berkata “Ilmu Kalah Sama Watak”. Dan Raja pun berkata bahwa, “Barang siapa yang menuntut ilmu tidak menginjak tanah Brambang, maka ilmunya dianggap kurang sempurna atau tidak syah”.

Dari kemampuan yang luar biasa diluar nalar manusia yang dimiliki oleh Kiai Moh Ali Brambang di masa hidupnya, kini tempat makam kuburannyapun yang kini di sebut Asta Gumuk sampai saat ini sebelum ada virus Covid-19, sering ramai didatangi oleh peziarah dari lokal maupun luar kabupaten, guna untuk melakukan berziarah kubur dan mendo’akan almarhumah

Menurut keterangan Pak Wardi yang sering berziarah ke makam K. Moh Ali menjelaskan bahwa Asta Gumuk tersebut sering banyak juga yang datang dari Pulau Jawa, khususnya yang berasal dari, seperti Situbondo, Probolinggo, Pasuruan dan juga dari Jakarta. Mereka bisa datang secara rombongan maupun perorangan untuk berziarah. (Erfandi).

You Might Also Like

Ada Kejanggalan dalam Sidang Penganiayaan Wartawan Sumenep
Ngonthel Bareng Kemerdekaan Bersama Ribuan Onthelist Papua
Penumpang Tongkang Puskopal hilang Terbawa Arus di penyeberangan Talango – Kalianget
Grand Lounching Visit Wisata 2019 Dengan 40 Event Dilakukan Di Pantai Slopeng.
Berdo’a Agar Pandemi Segera Berakhir, PAMMI Mojokerto lakukan Zakat dan Shodaqoh
TAGGED:SumenepWisata Religi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen

Redaksi
By Redaksi
1 Oktober 2026
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?