close
HUKUM

Ada Kejanggalan dalam Sidang Penganiayaan Wartawan Sumenep

PRN SUMENEP | Hukum membuktikan bahwa tidak ada seorangpun yang kebal hukum, terbukti pelaku penganiayaan seorang wartawan Igusty Mahdani (35) yaitu Moh. Rifki saat ini merintih di kursi pesakitan pengadilan negeri Sumenep.

Moh. Rifki sempat satu tahun menjadi DPO sebelum akhirnya meringkuk dijeruji besi Polres Sumenep dikarenakan telah menganiaya Igusty Mahdani warga Kacongan Senin 13/5/2019.

Sidang digelar yang ke-3 kalinya, yang dipimpin langsung oleh Firdaus, SH (Ketua Hakim), yang didampingi oleh Yudha, SH dan IKsan, SH, berjalan dengan lancar dan kondusif, dihadiri kedua belah pihak tersangka dan korban, serta saksi dari pihak korban (istri korban). Kamis 07/01/2021.

Tampak dalam persidangan pengawalan ketat dari simpatisan Igusty dari awak media, LSM dan Advokat yang tergabung dalam lembaga PJI, Lembaga KPK serta tim 16 Sumenep.

Dalam keterangannya seusai sidang Igusty sedikit menceritakan kronologi yang menimpa dirinya, saat itu dirinya dalam perjalanan dari Panaongan menuju ke Sumenep hendak mengantar obat mendiang bapaknya yang sakit parah.

“Saya heran kemacetan dijalan itu terkesan hanyalah rekayasa, saya didalam mobil dan kaca terbuka membuat Moh Rifki membabi buta menyerang saya dan berakibat jari saya sobek” terang Igusty.

Terdapat kejanggalan dalam alat bukti yang tampak dipersidangan, pasalnya alat yang digunakan pelaku seingat Igusty adalah benda tajam, namun yang dihadirkan adalah cincin batu akik, hal ini tidak masuk akal. Tegas Igusty.

Atas kejadian tersebut, Igusty selaku Korlip di media Pilarpos (anggota PJI) berharap, di tegaknya hukum, dan Mulia Hakim Pengadilan Negeri Sumenep, bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya pada tersangka. (Erf/tim PJI).

Tags : Penganiayaan WartawanSumenep

Leave a Response