PRN SUMENEP | Kegiatan audiensi perwakilan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sumenep dan LSM Bhakti Lingkungan Hidup Sumenep (Bilis) dengan PT Garam Persero, digelar di area kantor pusat PT Garam Persero di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, di ujung timur pulau garam Madura, Kamis 05/08/2021.
Audensi tersebut disambut baik oleh pihak PT Garam Persero yang dihadiri oleh; Direktur Utama (ACHMAD ARDIANTO), Direktur Keuangan (EDI MASRIANTO), Humas (Miftah), PJI Sumenep (Erfandi dan Bambang Riyadi), LSM BILIS (Alfat Bakri dan Sarkawi).
Tujuan Audensi tersebut untuk menjalin hubungan silaturahmi antar Wartawan dan LSM dengan pihak PT Garam Persero, agar bisa bersinergi dan mudah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat demi untuk kemajuan dan perubahan, khususnya dalam memperhatikan lingkungan di sekitar area PT Garam Persero.
Dan kedepan tidak ada lagi sikap oknum karyawan PT Garam Persero yang arogan seperti premanisme, yang malam-malam datang ke tempat posko PJI Sumenep untuk mengintimidasi Wartawan (Kordinator PJI Sumenep) dengan bahasa sedikit mengancam dan menantang sejumlah Wartawan dan LSM, bahwa tidak suka dengan adanya Wartawan dan LSM yang menurut dia dinilai selalu mencari masalah.
Karena oknum karyawan tersebut merasa tidak suka dengan adanya konfirmasi Wartawan dengan Kapolsek Kalianget, terkait perumahan PT Garam dijadikan tempat rumah makan dan minum dengan bunyi-bunyian pengeras suara, bebas buka tanpa batas waktu hingga larut malam di masa pandemi Covid 19.
Selain itu, di dalam pertemuan Audensi tersebut, Direktur PT Garam Persero yang memiliki profil sebagai orang hebat yang hadir saat itu, ditantang Alfat Bakri Ketum LSM BILIS, untuk mengubah kembali sistem manajemen PT. Garam Persero bisa lebih baik lagi seperti dahulu yang dibanggakan oleh masyarakat Sumenep.

“Saya melihat dari profil bapak semua adalah orang-orang hebat, tapi mampukah anda untuk membangun Sumenep dengan membangun management PT. Garam Persero ini bisa kembali seperti dulu, yang mana Kalianget bisa menjadi ibu kota di jaman Pemerintahan Kolonial Belanda. Bagaimana pengelolaan ekonomi management agar Kalianget dimata dunia menjadi ikon sejarah, karena sekarang dimana-mana terlihat kumuh dan penuh sampah berserakan,” tegas Alfat Bakri.
Selain itu Alfat Bakri menyampaikan kekecewaannya terhadap ulah pejabat PT. Garam Persero yang sebelumnya, bahwa bangunan dan alat yang memiliki sejarah seperti; pembangkit listrik pertama kali di Indonesia yang ada di Kalianget yang menjadi kebanggaan Sumenep, sekolah teknik yang penuh dengan peralatan yang dibangun Belanda, lonceng dinding penjagaan dan beberapa Kapal laut milik PT. Garam Persero kini hilang tanpa bekas.
“Karena PT. Garam Persero ini adalah hasil perjuangan para pejuang terdahulu dari Pemerintah kolonial Belanda, maka dari itu kami selaku orang pribumi yang mewakili semua masyarakat Sumenep, menaruh harapan besar kepada semua Direktur yang baru, agar bisa merangkul dan melibatkan masyarakat untuk bersama-sama tahap demi tahap membangun Kalianget menjadi mercusuar bersejarah, yang nantinya perekonomian masyarakat Kalianget bisa berjalan dan berkembang,” harapannya.
Dengan aspirasi itu semua pada audiensi tersebut, Achmad Ardianto menanggapi bahwa sebagai Dirut yang masih baru membutuhkan masukan dari teman-teman Wartawan dan LSM untuk membangun Kalianget ini.
“Kami yang orang baru ini butuh masukan dari teman Wartawan dan LSM, agar kami bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dan bisa memahami karakter-karakter satu persatu yang memiliki perbedaan, dari itu semua kita selaku pemimpin menyederhanakan masalah bukan malah memperkeruh masalah, jadi kami selaku pemimpin jangan sampai mengambil keputusan yang salah,” ucapnya.
Dirut menyadari bahwa melihat kondisi PT. Garam Persero yang sekarang ini sudah sangat parah, akibat pengelolaan management dari pemimpin terdahulu kurang benar, sehingga kondisi management PT Garam Persero sudah morat-marit, tetapi mereka tetap pesimis untuk tetap tegak memperbaiki PT Garam Persero akan lebih baik lagi dan tidak boleh bangkrut lagi.
“Saya simpulkan apa yang menjadi ide-ide itu semua harus segera bisa dilakukan, karena PT. Garam Persero hanya pemilik aset saja dan tidak punya kewenangan untuk memberikan keputusan/kebijakan, maka dari itu PT. Garam Persero selalu bekerjasama dengan Pemkab Sumenep, bagaimana PT. Garam Persero bisa selaras membangun visi Bupati Sumenep untuk membangun Sumenep bisa lebih terbuka dengan 3 visi untuk membangun lapangan terbang menjadi internasional, Pelabuhan Kalianget menjadi Pelabuhan internasional, membangun jalan tol di Madura,” ujar Achmad Ardianto.
Lanjut Dirut, maka dari itu Kami untuk membangun PT. Garam Persero untuk lebih besar butuh kekuatan dan dukungan juga dari semua elemen masyarakat agar visi Pemkab Sumenep bersama PT Garam Persero bisa terlaksana untuk membangun kota Kalianget ini demi Sumenep, (Deddy/Erf).

