PRN BOJONEGORO| Gambar layar percakapan Whatsapp Group Tenaga Pendidik di lingkup PAIS Kantor Kemenang Bojonegoro menampilkan percakapan pemaksaan bersodaqoh dalam menyambut Idul Adha. Setiap guru yang ada di lingkungan kerja PAIS dipungut 100 ribu dan jika tidak bersedia akan dilaporkan ke KASI PAIS. Rabu (7/7/2021).
Slogan ‘Ikhlas Beramal’ tampaknya masih jauh dari cara kerja sejumlah oknum Pegawai Kantor Kementrian Agama. Bagaimana tidak, beredarnya cuplikan percakapan pemaksaan bersodaqoh telah menjadi presenden buruk di tengah masyarakat. Dalam pemberitahuan tersebut disampaikan, bahwa setiap guru yang tidak terima dengan keputusan diancam akan dilaporkan ke atasan mereka.
Dari informasi yang dihimpun awak media, pemaksaan ini berkaitan dengan pengadaan hewan Qurban. Ada sekitar 240 orang guru baik PNS maupun Non PNS di lingkup kerja PAIS Kemenag Kabupaten Bojonegoro yang diminta untuk mengumpulkan uang ke koordinator masing-masing wilayah.
PRN mencoba mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Kasi PAIS ( Pendidikan Agama Islam ) Kemenag Bojonegoro. Ditemui di lingkup kerjanya, H. Sun’an MM, Kasi PAIS, menepis rumor bahwa penggalangan dana untuk membeli hewan tersebut sebagai intruksi dari Kemenag.
“itu merupakan inisiatif dari perkumpulan pegawai tersebut,” kata Sun’an.
Lebih lanjut disampaikan bahwa terkait dengan teknis pelaksanaan iuran, Pejabat di lingkup Kemenag Bojonegoro ini menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui berapa dana yang sudah terkumpul.
“kebetulan merupakan tugas dari Seksi PAIS untuk membina dan memberi arahan pada para guru Agama , untuk masalah teknis pelaksanaan iuran, berapa dana yang sudah terkumpul dan lain lain saya belum tahu mas, karena memang meraka yang mengkoordinasi sendiri.” Ujar Kasi PAIS kepada tim PRN.
Kepada PRN, KASI PAIS, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan mengumpulkan koordinator lapangan dan memintai penjelasan terkait hal ini.
“Insyaallah besuk tanggal 8 Juli ini akan saya kumpulkan para koordinator dilapangan dan menanyai bagaimana sistem teknisnya dan lain lain tentang iuran ini, apabila nanti memang ada kesalahan tentang teknis pelaksanaannya akan saya tegur dan bila perlu saya minta untuk membatalkan program iuran tersebut, dan dana iuran bisa dikembalikan lagi ke masing masing,” tutupnya.
(A.B/Tim)

