PRN Kabupaten Tangerang | Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang berkolaborasi bersama dengan BPTJ Kementerian Perhubungan dan Polresta Tangerang tertibkan keselamatan lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) atau Ramp Check, pada Selasa, (15/3/2022). Hal tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan kendaraan dalam berkendara sehingga dapat mewujudkan keselamatan bersama.
“Dari inspeksi ini kami melakukan pengecekan fisik kendaraan, pemeriksaan terhadap administrasi dan juga pemeriksaan kesehatan awak kendaraan terutama pengemudi,” tutur Kepala Bidang Keselamatan, Sarana, dan Prasarana Dishub, Surachman di PO. Rosalia Indah Cikupa.
Setelah mengecek kendaraan, pihak Dishub tidak menemukan permasalahan pada fisik kendaraan. Permasalahan terkait administrasi juga perlu dicermati oleh setiap pengelola bagi kendaraan yang beroperasi.
Surachman mengatakan, nantinya kegiatan seperti ini akan menjadi program yang akan dilakukan secara rutin setiap bulan guna melakukan percepatan keselamatan di Kabupaten Tangerang.
“Kami juga akan terus meningkatkan kualitas pemeriksaan dengan menggunakan beberapa alat kedepannya untuk mengecek semua kebutuhan-kebutuhan kelayakan dalam berkendara dan juga akan mengedukasi pengendara, pemilik maupun pengelola perusahaan untuk lebih meningkatkan kesadaran pentingnya kelayakan kendaraan,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manajer PO Rosalia Indah Wilayah Bagian Barat, Winarso, menuturkan bahwa ia mendukung program tersebut sebagai bentuk percepatan keselamatan yang menjadi prioritas utama Rosalia Indah.

“Dari program ini kami dapat menunjukan bahwa kendaraan yang kami gunakan saat ini dipantau oleh pemerintah setempat untuk melayani masyarakat dengan baik, dengan menyediakan armada yang aman demi keselamatan penumpang,” ujarnya.
Diketahui, Rosalia Indah telah menyiapkan armada bus sebagai persiapan dalam menghadapi Perayaan Mudik Lebaran 2022.
“Ada 50 armada bus. Kami juga tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat bagi penumpang, dengan syarat memiliki sertifikat vaksin minimal dosis kedua dan juga hasil rapid antigen yang berlaku 1×24 jam,” kata Winarso. (Mul)

