PRN Ngawi | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menghadiri undangan dari SWITCH ASIA, dalam acara Low Carbon Rice atau beras rendah karbon. Selain hemat energi juga mengurangi pemanasan global.
Nasi atau beras merupakan kebutuhan primer terutama untuk orang Indonesia. Maka Pamengku kepentingan harus berperan penting dalam produksi beras berkelanjutan, Acara bertempat di Poktan Nglencongsari 3, Desa Dempel Kecamatan Geneng.
“Program Low Carbon Rice sejalan dengan program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan hendaknya bisa berjalan beriringan, sehingga kesejahteraan para petani di Kabupaten didapat,” Kata Supardi Kadin Ketahanan Pangan dan Pertanian Ngawi.
“Tujuan acara ini untuk menurunkan angka karbon yang dihasilkan pada proses usaha memproduksi beras serta mengimplementasikan metode produksi berkelanjutan ditingkat pasca panen,” imbuh Eka Sekdin Ketahanan Pangan dan Pertanian.
SWITCH Asia yang diwakili oleh Guy Ja naway menginginkan perubahan dari bahan bakar fosil yang mengandung karbon beralih menggunakan listrik. Dalam acara ini tim SWITCH Asia berkolaborasi dengan Preffered by Nature dan Dina Ketahanan Pangan dan Pertanian juga memantau sampel penggilingan padi. Jatmiko

