Bali, PRN.id –
Situs berita terkemuka dunia Daily Mail kembali menyorot perlakuan kejam yang diterima satwa liar di tanah air.
Setelah pada 17 Januari lalu Daily Mail memuat judul ” Shocking video shows skeletal sun bears BEGGING visitors to feed them junk food – as they are trapped and starving in an Indonesian zoo”, kali ini surat kabar sayap kanan Inggris itu memberitakan kera ekor panjang tanpa akses air minum dengan leher dirantai dijual secara terbuka di Pasar Satwa Liar Satria, Bali. Lihat beritanya pada link di bawah:
http://www.dailymail.co.uk/news/article-4173978/Long-tailed-macaques-chained-necks-Bali-market.html
Daily Mail memberitakan sebuah video yang memperlihatkan pemandangan di salah satu toko di Pasar Satria Bali yang diunggah di facebook Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group:
https://www.facebook.com/scorpionmonitor/videos/vb.606599662816555/882184488591403/?type=2&theater
Dalam video tersebut terlihat sekelompok kera ekor panjang dengan leher dirantai dijual secara terbuka di Pasar Satwa Liar Satria, Bali.
Menurut Deputi Direktur Program Scorpion Marison Guciano, perdagangan kera-kera tersebut ilegal karena penangkapannya di hutan dilakukan tanpa izin.
“Pengangkutan satwa liar ke pasar satwa juga dilakukan tanpa kelengkapan surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri (SATS-DN) dari BKSDA,” tuturnya dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa (31/1), seperti dikutip rmol.com.
Marison mengatakan bahwa sejak tahun lalu, Scorpion telah menyuarakan pentingnya menutup pasar satwa liar di Indonesia.
Video ini diambil pada Sabtu, 28 Januari 2017 saat tim investigator Scorpion berkunjung ke pasar satwa Satria. (sam)

