BOGOR, PRN.id – Sejumlah pedagang di pasar Gunung Batu Kota Bogor mengaku kecewa dengan adanya bagi-bagi amplop kosong yang dilakukan oleh oknum staf pasar Gunung Batu Kota Bogor. Pembagian amplop kosong ke sejumlah pedagang yang dilakukan oleh oknum staf disinyalir sebagai modus minta Tunjangan Hari Raya (THR).
Menurut keterangan dari pedagang, modus yang dilakukan staf pasar Gunung Batu untuk minta THR ada dua macam. Yang pertama adalah dengan cara menyebarkan amplop kosong, yang tujuannya tentu saja adalah agar si pedagang yang menerima kemudian mengisi amplop kosong tersebut dengan sejumlah uang.
Modus yang kedua, berdasarkan penuturan pedagang adalah melalui permintaan langsung dengan cara berkeliling atau kalau di istilahkan oleh pedagang ‘ngecrek’.
“Kalau yang dikasih amplop kosong kayanya pedagangnya dipilih, tidak semua,” kata pedagang yang tidak bersedia disebutkan namanya menceritakan.
Lebih jauh dia menyayangkan, aksi minta THR itu dilakukan saat situasi di pasar sedang ramai-ramainya oleh pengunjung. “Disaat ramai, petugas tidak terlihat. Namun, tiba-tiba datang bersamaan sambil membagi-bagikan amplop kosong,” ungkapnya.
Sementara, Plt Kepala unit pasar Gunungbatu, Andrian Hikmatulloh, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (21/6/2017) mengaku akan menanyakan kejadian tersebut ke staf nya, saya akan cari tau. Kalau memang bahasa ‘ngecrek’ mungkin sudah rutin tiap tahun hampir disemua pasar.
“Tapi kalau untuk gunung batu, saya belum mengetahui secara pasti,” Ujarnya.
“Setahu saya hal ini merupakan tradisi, jika ada pedagang yang keberatan silahkan saja, ini bukan paksaan. Awalnya saya belum tahu tradisi THR di gunung batu, jika tidak memungkinkan pake amplop, dan saya akan mengikuti kemauan pedagang.” pungkasnya. ( Red/nt )

