Jakarta, PRN.id – Massa kader PDI Perjuangan mulai memadati kawasan Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, bergelombang datang memeriahkan HUT PDIP Ke-45, Rabu (10/01).

Mulai dari depan Assembly Hall JCC, Senayan, para pendukung dan simpatisan juga tampak antusias dengan acara tersebut.

Kader ‘banteng’ meneriakkan yel-yel membakar semangat antara satu sama lain. “Siapa kita? PDI Perjuangan! Siapa kita? Mega, Mega, Yes!”, demikian teriakan-teriakan para kader.

Dengan moment HUT PDI Perjuangan tahun ini, Sekjen PDIP Hasto Kristyanto mengenang dinamika politik yang dialami partainya sejak kekuasaan rezim Soeharto saat Orde Baru hingga sekarang menjelma menjadi partai besar di Indonesia.
Selama 32 tahun Orde Baru, PDIP dikucilkan dan hanya sekedar menjadi ornamen demokrasi. Berbagai intervensi kekuasaan dialami oleh partainya, termasuk penyerangan kantor partai.

“Namun, oleh Ketua Umum, Ibu Megawati Soekanoputri, kami diajarkan untuk tidak mengeluh,” ujarnya.
Salah satu dinamika politik yang kerap dialami PDIP adalah dicurangi dalam Pemilu, khususnya Pilkada.
“Dulu PDIP bahkan pernah tidak bisa ikut Pemilu, jadi kalau dalam Pilkada dicurangi dan ditelikung, itu hal biasa,” ujar Hasto, Rabu (10/1).
Contoh terbaru, PDIP baru saja menghadapi dinamika politik dengan mundurnya calon wakil gubernur Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas. Bupati Banyuwangi itu mengembalikan mandat PDIP untuk mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul setelah foto syur yang diduga Abdullah Azwar Anas bersama seorang wanita beredar luas di masyarakat.
Hasto menyebut tersebarnya foto syur itu sebagai kampanye hitam yang dilakukan oleh pihak yang tidak siap bersaing. Mirisnya, belakangan, muncul lagi foto syur serupa yang mirip sekali dengan Azwar Anas.
Pada peringatan HUT PDIP ke-45 ini, tema yang diusung adalah “Pancasila Bintang Penuntun Indonesia Raya”. Tema ini dipilih sebagai bentuk janji PDIP untuk selalu setia pada Pancasila dalam berbagai aspek berkehidupan maupun berpolitik. Bahwa berpolitik bukan jalan korupsi mencari kekayaan.
Perayaan ulang tahun PDIP ke-45 ini juga akan diisi dengan deklarasi Gerakan Pasti Indonesia yang bertujuan untuk menyelamatkan 45 jenis anggrek yang nyaris punah. Lewat gerakan ini, PDIP ingin mengedepankan menempatkan politik itu beradab.

Gelar acara HUT PDIP tahun ini digelar serentak di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kekompakan dan keinginan untuk maju bersama membangun bangsa. Peringatan HUT juga disarankan untuk dilakukan di tengah rakyat atau melibatkan seluruh rakyat. (put/tim).

