By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Tidak Semua Pemukulan Guru Kriminal ‘Menegakkan Ham dan Akhlak Anak Bobrok ?’
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Tidak Semua Pemukulan Guru Kriminal ‘Menegakkan Ham dan Akhlak Anak Bobrok ?’
NUSANTARA

Tidak Semua Pemukulan Guru Kriminal ‘Menegakkan Ham dan Akhlak Anak Bobrok ?’

putri pena
Last updated: 14 Februari 2018 7:55 am
putri pena
Published: 14 Februari 2018
Share
SHARE

Pena Rakyat News – HAM, Hak Asasi Manusia,  bergeming, tak peduli ketika akhlak anak didik rusak, akan tetapi ketika,  siswa dicubit untuk didisiplinkan HAM berbicara LANTANG

Hakim Itu, mengejutkan semua orang di ruang sidang. Beliau membebaskan terdakwa kemudian meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.

Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah balasan yang harus kulakukan sebagai rasa terima kasihku kepadamu, Guru.”

Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.

Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dr guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai.

Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.

Dulu, saat kita “nakal”, tidak disiplin, guru biasa menghukum kita.

Bahkan mungkin pernah “memukul” kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani.

Kini, buahnya kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab,  lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua dan masyarakat.

Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman now,  wali murid melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum siswa.

Paradigma sebagian Guru menjadi fenomenal, terkesan hanya memberikan, mengajar sebatas kurikulum pelajaran ke anak didik, seperti dirilis di Kabar Sumatera guru-guru terkesan membiarkan siswanya, rasa ketakutan Guru akan dipidanakan mengahantuinya.

Bukan mendidik layaknya seorang Guru, telah hilang karena minim komunikasi  kerjasama antara Guru dengan wali murid, orang tua dan masyarakat, padahal alat komunikasi cukup memadai saat ini.

Jadi, jangan salahkan Guru, jika murid sekarang kurang mengerti ahlak dan hasil pendidikanya tidak seperti yg diharapkan orang tua.

Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dipidanakan oleh walimurid seperti yang dialami teman-temannya, kecuali terjalin hubungan harmonis semua yang terkait.

Selain itu, apa yang didengungkan Pemimpin Negeri Revolusi Mental hanya slogan, komoditi Politik semata, tentu, Bangsa ini mendambakan Pemimpin Amanah pandai menjaga lisannya, bila berjanji wajib selalu ditepati, bukankah Janji adalah hutang.

Sebagai rakyat ( Guru, wali murid, siswa ), tentu peradaban bangsa ini, masih mengikuti Model Paternalistik, meniru mencontoh,     perilaku dan ucapan Pemimpin di Negeri ini, melalui tayangan televisi dan lebih vulgar heboh di medsos.

Kiranya semua itu, nyaris tidak akan terjadi kalau Sang Pemimpin, menjaga lisan, tidak mengumbar Janji mudah diingkari, bohong terbiasa bersilat lidah, karena Janji apapun yang disampaikan di ranah Publik, apalagi  zaman now ini, sekali terekam tidak mudah ter-delet, meski Si pengumbar  janji itu telah Mati.

Sementara itu, di Sumatera Selatan Guru  dilaporkan wali murid hingga harus berurusan dengan polisi juga di daerah Banteng Mojokerto, Jawa Timur Guru disel.

Di Jawa Tengah Guru telah mencubit siswanya dipidanakan. Pelapor berdalih  atas nama HAM dan Undang-undang Perlindungan Anak.

Akan tetapi,  ketika moralitas hancur akhlak generasi bobrok pernahkan HAM dan dedengkotnya membuat aksi nyata menuntut perbaikan moral & akhlak anak bangsa ?.

Ambil hikmahnya, tulisan ini, bagi kita para orangtua atau walimurid, bisa membangun hubungan komunikasi yang lebih baik dengan Guru.

Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi berakhlak, budi pekerti luhur, antar peserta didik dan pendidik tumbuh berkembang lebih bermartabat.

Bukan mencari pembenaran Tapi hanya membuka fakta, agar kita terutama Pemimpin Negeri lebih beraksi Nyata, tidak Pencitraan semata. (hudah)

Penulis : Prof  dr Abror Harun Nasution

You Might Also Like

Kadivpas Kalbar Lakukan Tes Urine Petugas Rutan Sambas
Gabungan Partai Politik Temukan Capres Terpercaya
Tarian “Kebalai” Budaya Khas Rote Ndao Menggema Di Lapangan Bola Nunhala Bello
M. TAUFIK : Tahun 2019, Target Gerindra Untuk Geser Dominasi PDIP di DPRD DKI
Unit Sabhara Polres Bantaeng Mengantisipasi Masyarakat ‘Beli Bodong’ di Minimarket
TAGGED:IndonesiaOpini Publik
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?