PRN MOJOKERTO – KITA bersyukur Pilkada 2018 serentak telah selesai. Secara keseluruhan kondusif aman dan terkendali. Dalam perhitungan sementara telah menunjukkan hasil menggembirakan.
Kenapa menggembirakan ? bagi Capres K.H. Gustur, ini merupkan titik tolak untuk menuju #2019 Ganti Presiden, K.H. Gustur Presidenku. Menjadikan Tolok ukur barometer awal konstelasi politik Nasional. Untuk, menuju 2019 nanti.
Dikatakan menggembirakan tidak lain, karena seluruh Calon Kepala Dearah, yang mendapat “Restu” dari Capres K.H. Gustur 2019. Telah ditakdirkan memimpin daerah masing-masing, khususnya Jawa-Sumatra.
Selain itu, tak terkecuali, Calon Kepala Daerah Jawa Tengah. Sesepuh Ulama’ tersohor dan disegani di Jateng dan Nasional. Mbah Moen sebagai Pengasuh Ponpes Sarang Jateng.
Beberapa bulan lalu telah melakukan komunikasi politik dengan Capres K.H.Gustur minta “restu” anaknya, Tajj Yasin, agar didukung oleh K.H. Gustur, tanpa melihat siapa Cagubnya. Dan, Gustur meng-iya-kan.
Oleh karena itu, sebagai Capres K.H.Gustur 2019 Pewaris Tahta Mojopahit Mataram Nusantara. Ia menghargai permintaan Kiyai sepuh Sarang, Lasem, Jateng. Dan itu, murni karena permintaan Mbah Moen, sesama Kiyai Khos.
Berharap ke Capres K.H.Gustur merestui anaknya, Tajj Yasin Cawagub Jawa Tengah. Sebagai Capres K.H.Gustur semata-mata ini, karena hubungan sesama Ulama’ Kiyai Khos.
Seluruh Calon Kepala Daerah yang “direstui” Capres K.H. Gustur meraih kemenangan yang gemilang. Tentu, ini tak terlepas dari bukan hanya ke-Ulama’an Kiyai Khos, juga satu-satunya Capres yang menguasai ilmu ketatanegaraan, ilmu penetrasi strategi dan taktik teritorial.
Dan, berbagai ilmu lain, yang telah di- titah kan oleh abahnya,
R.Shjoehoed. KASAD Pertama era Panglima Soedirman, juga tokoh Pergerakan Revolusioner Kemerdekaan melawan Penjajah sejak 1922 hingga Merdeka.
Sementara itu, tak terlepas dari pengalaman dan kiprah selama ini. Ketika itu, K.H.Gustur sebagai Ketua Koordinator Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) Golkar Jawa-Sumatra, juga duet dengan Yogie S Memed (Alm) Mendagri era Soeharto sebagai Wakil ketua koordinatornya.
Capres K.H. Gustur Politisi Kawakan turun gunung, anggota DPR-RI 1988-1993 fraksi Golkar. Dosen Lemhanas, Bintal TNI-Polri dan Koordinator Da’i Mabes Polri sampai Polsek. Kapabel mumpuni Ilmu penetrasi strategi dan taktik teritorial, dalam memetakan kekuatan dan kelemahan titik tertentu kalkulasi Politik. Tentu, Ia improvisasi sesuai kondisi kekinian, untuk Pilpres 2019 nanti.
Dalam Pilkada dan Pilpres tahun depan, tentu, Jawa-Sumatra merupakan potensi kalkulasi dan konstelasi politik Nasional, tak terhindarkan. Dan, itu sebagai Capres K.H. Gustur menjadi gelanggang yang tidak asing lagi, dalam penerapan nya pemenangan Kepala Daerah, seakan tinggal me-replay pengalaman dulu, sedikit restart penyesuaian zaman now. Sebagai pivot, pijakan awal barometer menuju Pilpres 2019.
Saatnya tetap kita pupuk, rasa persaudaraan antara kita. Soal menang kalah Pilkada adalah hal biasa. Teruskan aktivitas, demi kehidupan dan kerukunan bersama.
Penulis : Mas Huda Sekpri Media.

