PRN Mojokerto | Prof.KH. Asep Saifudin Chalim MA selaku Ketua Umum Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama). menggelar Acara Penutupan Kongres Pengunu bertempat di Masjid KH.Abdul Chalim Kampus IKHAC jalan Tirtowening Desa Bendunganjati Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Malam Hari, Sabtu (28/5/22).
Dalam acara tersebut di hadiri juga Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. Selaku Wakil Mentri Agama, H. Muhammad Al barra selaku Wakil Bupati Mojokerto, Polri Beserta Jajarannya.
Dalam sambutannya kiai Asep Mengatakan, kongres telah berlangsung 3 hari karena di mulai dari tanggal 26 dan pembukaan di tanggal 27. Alhamdulillah berjalan dengan baik dan menghasilkan, hasil kongres yang di hasilkan dari beberapa komisi.
“Dan kembali saya terpilih menjadi ketua umum penggunu. Disini saya kembali menyampaikan terima kasih. Ini merupakan amanah yang berat, terima kasih juga karena sudah mencintai saya.” Jelasnya kiai Asep.
Telah terpilih juga 10 orang anggota Farmatur. Dan kiai Asep Syaifuddin di tunjuk sebagai ketuanya.
“Dan kami ber sebelas di mohon kepada anggota Farmatur ini biar lah pulang terlambat tidak harus besok pagi atau besok siang boleh saja besok sore atau mungkin hari Senin karena kami mengharapkan bahwa, kepengurusan nya harus segera terbentuk dan kami mohon dengan segala hormat, yang selama ini beliau adalah penasehat kami yaitu Dr. H. Mujib Qolyubi untuk mendampingi dalam rangka mohon maaf memberikan referensi yang akan di tempatkan apakah mungkin pembina ataupun nasehat. Ketika dulu mereka berada di PBNU dan kemudian hari ini mereka tidak lagi di PBNU harus kita akomodir. kita ajak mereka untuk berjuang bersama-sama. Karena pada 3 Juni pengurus akan di kukuhkan oleh wakil presiden RI.”
“Bukan terpilih menjadi menjadi pemimpin atau pengurus. Tapi bagaimana setelah terpilih untuk menyempurnakan tugas-tugasnya. Mari kita sama-sama menyempurnakan apa yang belom sempurna dan bersiap-siap untuk menjadi generasi selanjutnya.” Harapnya.
Terkait Sisdiknas yang tidak mencantumkan madrasah.Kami telah membuat rekomendasi hari ini. Kami akan menyampaikan nya hari ini ke Kemendiknas dan Kemendikbud berkaitan dengan hal tersebut.
” kami tidak rela sama sekali. Ini merupakan kerawanan dan kegelisahan bagi suatu bangsa yaitu umat Islam. Kenapa mengensampingkan madrasah.” Tegasnya
“Oleh Kemendiknas, mohon maaf peristiwa sebelumnya. Kepada Dirjend kebudayaan telah menyakiti umat Islam dengan menghapus dan tidak mencantumkan pejuang-pejuang dari Islam dan utamanya dari Nahdhatul ulama. Hal seperti ini sangat menyakiti umat Islam dan akan menyakiti kembali. Ini menjadi dasar pemikiran kami, bahwa kami cinta kepada Indonesia dan kami akan menjaga Indonesia.” Jelasnya.
Di akhir pidatonya kiai Asep berpesan, “Kreativitas tidak usah di ajarkan. Karena kreativitas memiliki bahan baku yaitu akademis dan ketrampilan dan memiliki mesin berupa kecerdasan. Ketika bahan baku di olah mesin berupa kecerdasan. Maka akan terjadi kreativitas dan ketika kreativitas di operasional kan dalam kehidupan Al-akhlaqul Karimah tidak boleh malas tidak boleh tidak boleh berkata tidak mungkin dan putus asa ” Tutupnya. (mahmudah)

