PRN MOJOKERTO – Proyek Konstruksi Pembangunan Gedung SDN Mojosari Kabupaten Mojokerto dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 11.500.610.000,- yang dikerjakan oleh PT. Elaine Karya Abadi yang berdomisili di Surabaya dibawah wewenang Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto terancam ‘molor’ dan tidak selesai pada waktunya.
Proyek yang ditandatangani kontraknya pada 17 Juli 2018 yang lalu sampai dengan Tim Pena Rakyat News mendatangi lokasi pekerjaan (15/09/2018) masih pada kondisi penyelesaian pondasi gedung.
Imam, salah satu LSM Mojokerto merasa kaget dengan kondisi pekerjaan “pantas terkesan tertutup, untuk masuk saja harus tengkar dulu, lha memang kondisinya masih gini” ulas imam saat mendatangi lokasi beserta Tim Pena Rakyat News waktu lalu. Tidak dipungkiri memang kondisi lapangan sangat tertutup dengan pagar keliling pada seluruh bagian proyek, kemudian dipasang personil pengamanan yang menyeleksi siapa-siapa yang diperbolehkan masuk lapangan.
Bagus, Direktur Utama PT. Elaine Karya Abadi melalui ponselnya meminta kru PRN untuk menemui Alex dilokasi proyek karena Alex adalah Site Manager menurutnya, namun betapa hebatnya Alex saat ditemui di lokasi proyek 15/9/18 terkait pertanyaan dari awak media masalah personil inti dan posisi dirinya di PT Elaine Abadi.
‘Saya ini hanya pengawas biasa/mandor mas bukan site manager, masalah personil inti semua dalam dokumen penawaran lelang proyek personil itu hanya nama mas, seluruh Indonesia itu hanya buat persyaratan aja, baru nanti kalau proyek kena masalah dimunculkan personil inti, jadi disinipun ya hanya saya yang mengarahkan’ jujur Alex.
Alex juga menambahkan terkait pengalaman PT. Elaine Karya Abadi telah memiliki pengalaman pekerjaan dengan sub bidang jasa pelaksana konstruksi gedung pendidikan dengan nilai yang memenuhi kemampuan dasarnya.
‘ada pengalaman mas bahkan nilainya mencapai 4 milyar kok” ucap Alex tanpa bisa menunjukkan dokumen pengalaman.
Lebih lanjut perlu diketahui bahwa saat ini kondisi lapangan waktu pengerjaan proyek SDN Mojosari ini sudah 2 bulan terlalui, namun pengerjaan masih tahap penyelesaian pondasi bangunan, dan di proyek juga hanya terlihat beberapa pekerja saja.
Pertanyaannya : Dengan tenaga pekerja yang minim, personil inti tidak ada, dan waktu tersisa juga semakin pendek, pengalaman kerja dalam dokumen lelang juga tidak ada, bisa dibayangkan dapatkah PT Elaine Karya Abadi menyelesaikan pekerjaan proyek SDN Mojosari dengan anggaran puluhan milyar rupiah sesuai dengan RAB ?
Sampai berita ini diturunkan Bagus selaku direktur utama PT Elaine Karya Abadi belum mengirimkan bukti dokumen pengalaman, dan dari pihak dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto juga belum menjawab pertanyaan dalam surat komfirmasi yang Pena Rakyat News kirimkan beberapa hari yang lalu. (aji/sh07).

