PRN Ngawi-Adat tradisi budaya yang ada di Ngawi merupakan simbol bahwa Ngawi tak sekedar kota.Namun, tradisi dengan penuh mistisnya, ketal menyawa. Seperti acara bersih desa di Selopuro, Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi yang dipenuhi nuansa kejawen yang hampir sirna bila dibiarkan begitu saja tanpa andil campur pemerintah.Jumat (16/08)
Pengelaran wayang golek pada bersih desa kali ini, merupakan simbul budaya jaman dulu yang Ngawi punya. Mengingat pagelaran wayang Golek di Ngawi hampir sirna. Mistis terasa kental bila mana punden yang di jadikan tempat pagelaran wayang berada di tengah-tengah makam dan memiliki sejarah tersendiri.
Seperti pernyataan sesepuh punden desa selopuro mbah Midi saat diwawncarai “Bersih desa merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan untuk bersyukur sekaligus berdoa kepada yang Kuasa atas keslamatan masyarakat desa Selopuro, khususe dusun Mbeton. ”
Kepala desa Selopuro sendiri mengatakan” bersih desa Selopuro dusun Mbeton memang tradisi turun temurun. Banyak hal yang unik di Selopuro terutama makam dan punden yang miliki sejarah. Kita hilat saja makam ini, dipenuhi pohon jati yang usianya di perkirakan ratusan tahun dan hanya ada desa selopuro yang ada jati sebesar dan berusia sangat tua. Tentu sangat bersejarah sekali dan pastinya banyak cerita.”
Selain peagelaran wayang golek besih desa Selopuro juga mengadakan ritual “bancaan” (syukuran) . Yaitu para warga membawa berkat (nasi) ke makam untuk di doakan bersama. Tujuannya adalah supaya masyarakat desa Selopuro khususnya dusun mbeton meminta keselamatan kepada yang kuasa.
Dalam agenda bersih desa di setiap dusun di kabupaten Ngawi. Salah satunya Keduk Beji Tawun, pemerintah telah ikut berpartisipasi untuk melestarikannya. Harapanya desa Selopuro dengan agenda unik bersih desanya juga akan mendapatkan hal yang sama. Sebab Ngawi harus maju dan lestari baik kebudayaan, kesejahteraan, dan perkembangan seiring kinerja pemimpinya. (wx)


