close
LAWAN KORUPSI

SDI Pa’jukukang Resah, Kepala Sekolah Dituding ‘Embat’ Dana Sekolah

PRN BANTAENG – Tenaga pendidik dan orang tua siswa SD Inpres Pa’jukukang Bantaeng dibikin resah oleh Kepala Sekolah, pasalnya beberapa item bantuan dari pemerintah untuk SDI Pa’jukukang diduga banyak yang di embat oleh Kepala Sekolah.

Kabar tak sedap ini santer terdengar dikalangan guru atau wali siswa, Syahruddin selaku Kepala Sekolah dituding kurang transparan dalam pengelolahan berbagai dana yang diperuntukkan untuk kegiatan siswa seperti halnya dana BOS, kegiatan langsung atau bantuan siswa miskin (BSM) yang disinyalir banyak di sunat olehnya.

Hal ini juga dikait-kaitkan dikalangan para pengajar terkait hal ikwal Syahruddin sebelum menjabat sebagai Kepala SDI Pa’jukukang, diketahui bahwa Syahruddin sebelumnya adalah guru di SDN 1 Lembang Cina juga sebagai bendahara dana BOS yang pernah tersandung dugaan korupsi Dana BOS dan pemalsuan tanda tangan yang kasusnya bergulir di Tipikor Polres Bantaeng.

Dikarenakan pembagian yang tidak seimbang, Sebut saja Wati (bukan nama sebenarnya, red) seorang guru di SDI Pa’jukukang membeberkan kelakuan Kepala Sekolah yang dirasa kotor seperti halnya dana BOS diduga tidak tepat sasaran dan Bantuan siswa miskin (BSM) yang banyak di ‘korupsi’ oleh Syahruddin.

Wati juga membeberkan terkait Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dibuat oleh Syahruddin diduga banyak yang direkayasa, sebagai contoh yang diketahui oleh Wati bahwa setiap pencairan dana BOS, Syahruddin selalu menampakkan perhitungan hutang pembelajaan dari toko yang mencapai 3-4 juta dan kesemuanya tidak ada bukti fisiknya, termasuk penganggaran ATK tidak dapat dinikmati karena belanjanya alakadarnya.

“Para guru rata rata menerima setiap pencairan dana bos berfariasi 750 ribu hinga 900 ribu, namun beberapa triwulan ini, kita terima 450 ribu hingga 650 ribu padahal dana yang diterima per tahun dikisaran 150 juta” ungkap Wati.

Menghadapi rumor tak sedap ini Syahruddin angkat bicara, dirinya sebenarnya sangat jengkel menghadapi wartawan, pasalnya pada kesempatan yang lalu saat dirinya diperiksa atas dugaan korupsi SDN 1 Lembang Cina dan ramai diberitakan oleh media online dan Koran padahal dari hasil pemeriksaan dirinya tidak terbukti. 21/12/19.

Masih dalam keterangan Syahruddin, dirinya menjelaskan bahwa semua yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP dan satu hal menurutnya wartawan tidak memiliki hak untuk bertanya masalah anggaran uang Negara melalui dana BOS yang boleh menanyakan berapa dan untuk siapa dana itu disalurkan hanya KPK. Pungkas Syahruddin.

Sayangnya saat dikomfirmasi wartawan terkesan sikapnya terbuka dirinya sengaja mengumpulkan dewan guru diruang kepala sekolah, Ironisnya Kepsek Syahruddin tidak mengetahui jumlah murid penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan hal ini dapat dipastikan kuat dugaan dana BOS tidak sampai ketangan siswa. (Syamsuddin).

Tags : BantaengBantuan Disunat

Leave a Response

*