close
HUKUM

Bos Pengoplos Beras ‘UD YADATAMA ART’ Diganjar Pasal Berlapis

PRN Sumenep – Polres Sumenep telah menetapkan LA pemilik usaha UD. Yadatama ART dalam pengoplosan beras menjadi tersangka, hal ini disampaikan oleh AKBP Deddy Supriadi selaku Kapolres Sumenep dalam Konferensi pers yang digelar di halaman kantor Polres Sumenep ujung timur Pulau Garam Madura. Jumat 20/03/2020.

Hal itu bukti keseriusan Polres Sumenep dalam menangani kasus beberapa waktu lalu, adanya peristiwa pengungkapan yang dilakukan oleh satreskrim Polres Sumenep dalam rangka penindakan terhadap pelaku usaha yang praktek  pencampuran beras (beras oplos) di Gudang UD. Yadatama ART  Pamolokan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep. Rabu 26/02/2020

AKBP Deddy Supriadi  dalam Konferensi pers, fakta penyidikan bahwa beras pengoplosan tersebut diperoleh dari kemasan Bulog yang dibeli dari Sidoarjo dalam kemasan 50 kg dengan beras tanpa merek atau dalam kurung beras petani kemasan 50 kg, kemudian disemprot dengan cairan warna hijau beraroma selanjutnya dikemas ke dalam karung ukuran 5 kg dan diberi merek Ikan Lele Super, kemudian diperdagangkan tanpa izin.

“Jadi berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten Sumenep khususnya pada program Pemerintah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berupa sembako berjenis beras yang pendistribusiannya melalui E-warung, sehingga kami bersama sama satgas pangan melakukan pengawasan dan berkomitmen dalam pengungkapannya”. Ungkap Kapolres, Jumat 20/03/2020.

Mengingat proses dari pada penerapan pasal kepada tersangka, Kapolres mengenakan pasal berlapis terhadap tersangka LA, sehingga perlu melakukan pemeriksaan khusus kepada para ahli yang membidangi. “Tersangka LA sudah diketahui melakukan aktivitasnya sejak di tahun 2018, hasil pemeriksaan para ahli tersebut tersangka dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal 62 ayat (1) UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 139 UU no. 8 tahun 1999, pasal 106 UU no.7 tahun 2014 tentang pangan, dimana pelaku usaha di larang melakukan kegiatan perdagangan tanpa ijin”. Kata Kapolres Deddy.

Dari kejadian tersebut Kapolres menghibau kepada semua usaha peredaran beras agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat mencurangi masyarakat demi keuntungan pribadinya. dan berharap kerjasama dari masyarakat apabila ada informasi segera laporkan ke Polres apabila ada praktek praktek pengoplosan beras di tempat tempat lainnya. (Erfandi).

Tags : Diganjar Pasal BerlapisSumenep

Leave a Response

*