close
HUKUM

SERTIFIKAT WARGA BULAK WANGI SHM No : 502 TAHUN 2011 DIPUTUS OLEH PN. TANGERANG TELAH DIGELAPKAN OLEH “AR “ TERNYATA BERADA DI PT. BTN MENUAI GUGATAN CLASS ACTION

Yayasan Perlindungan Konsumen Amanat Perjuangan Rakyat Malang (YPK-AMPERA MALANG/YAPERMA) Diminta oleh 22 Warga Bulak Wangi, Desa Kedaung, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan untuk melakukan Gugatan Class Action di PN. Tangerang, Senin (23/03/2020). Berita PenaRakyat.News/Ujang Kosasih.

PRN DEPOK Ketua Umum YPK-AMPERA MALANG/YAPERMA Moch. Ansory memberi kuasa dan Menugaskan Pengurusnya dengan menggunakan hak gugat organisasi YPK untuk bersidang Gugatan Class Action di Pengadilan Negeri Tangerang bersama-sama 6 Personil Perwakilan Kelompok warga Kedaung untuk memperjuangkan dikembalikannya Sertifikat Hak Milik No : 502 yang pada Tahun 2011 digelapkan oleh seseorang yang berinisial AR yang saat ini diketahui berada di BTN; Senin,  23 Maret 2020 | 09:05 WIB.

Berawal sekitar Tahun 2005 ada 27 warga Desa membeli tanah kavling dari Lurah Kedaung totalnya seluas 3.020 m2 tanah tersebut  masuk dalam Sertifikat No. 502 milik AR, namun sampai tahun 2011 Sertifikat tersebut tidak diserahkan kepada 27 Pembeli warga Kedaung dan berakhir Dilaporkan Polisi.

Dalam keterangannya Ansory selasku Ketua Umum YAPERMA kepada awak media Pena Rakyat News, bahwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Menetapkan AR terbukti secara Sah menggelapkan SHM No. 502 tersebut dan menghukum AR dengan pidana penjara 10 (Sepuluh)  bulan, dan AR berjanji akan menyerahkan Sertifikat 502 pada 27 Warga Kedaung, AR dalam Gugatan Class Action ini sebagai TERGUGAT  I, terang Ansory.

Sedangkan Tergugat II dan III dalam Gugatan Class Action ini yang menghilangkan Sertifikat No. 502 dimaksud, Tiba-Tiba pada sekitar Akhir tahun 2019 Terpasang Papan Pengumuman yang menyatakan Bahwa “Tanah dan bangunan ini agunan Debitur menunggak di Bank BTN atas nama PT. NUANSA EXPO DINAMIKA, maka dalam Gugatan ini disebut TERGUGAT IV dan TERGUGAT V.

Ketua Yaperma melanjutkan dalam gugatan Class Action ini, Para Warga Kedaung meminta agar Para Tergugat mengembalikan Sertifikat No. 502 dimaksud agar Akta Jual beli dari 27 Warga tersebut dapat ditingkatkan menjadi SHM atas nama masing-masing Pembeli atau warga yang memiliki bukti AJB;

Lebih dalam Ketua Yaperma Kasus ini sebenarnya adalah Ranah Pidana oleh karena AR telah dinyatakan bersalah oleh PN. Tangerang,  sehingga Sertifikat No. 502 yang digelapkan tersebut dapat dikatagorikan hasil kejahatan sehingga yang terbukti menguasai Sertifikat No. 502 tersebut adalah Pelaku Tindak Pidana Pertolongan jahat (Penadah) sebagaimana dimaksud pasal 480 KUHP, namun oleh karena Warga menginginkan selain minta Sertifikatnya dikembalikan juga meminta ganti rugi dari Para Tergugat sejak Tahun 2005 sampai 2020, maka kasus ini didaftarkan dalam Perkara Perdata dengan menggunakan model Gugatan Class Action, Kata Ketua Yaperma mengakhiri infonya (Jurnalis :Ujang Kosasih);

Tags : DepokYaperma Menggugat

Leave a Response

*