close
LAWAN KORUPSI

Diduga Proyek Disperindag Sumenep Taman Bundaran Di Pasar Anom Tidak Sesuai Spek

Foto: Saat Ali Ketua Ikwal Sumenep (bertopi) melakukan konfirmasi kepada Ardi Kabid Perdagangan (baju hitam).

PRN SUMENEP | Berdasarkan informasi masyarakat dan investigasi awak media di lapangan, Pekerjaan proyek taman bundaran di pasar Anom Sumenep dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di kabupaten Sumenep, dalam pemasangan paving serta besi penutup slokan/aliran air tersebut diduga tidak sesuai spek yang ada, Jumat 05/06/2020.

Pasalnya menurut temuan investigasi Tim di lapangan bahwa, Proyek tersebut pada pemasangan paving terlihat tidak rata dan amblas, serta besi penutup selokan/aliran air terlihat ambles/melengkung, yang diduga besi yang dipergunakan tidak sesuai spek pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada.

Tidak hanya itu, Tim investigasi di lapangan tidak terlihat papan nama proyek dan prasasti untuk proyek tersebut, sehingga masyarakat Sumenep tidak mengetahui siapa Cv/Pt yang memenangkan tender proyek tersebut dan berapa Jumlah anggaran dan dari mana anggaran tersebut yang dipergunakan, sedangkan proyek tersebut masih terhitung bulan.

Hal itu banyak diperbincangkan warga setempat yang ada di lingkungan pasar Anom Sumenep, “Iya mas, masak ini baru di bangun sudah seperti ini”. Ucap salah satu warga yang sedang berada di pasar tersebut.

Selain itu, M. Dahlan Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi dan Kriminal Madura (LPK2M) dan Ali Ketua Ikatan Wartawan dan LSM (Ikwal) Sumenep. Akan mengungkap temuan kejanggalan hasil investigasi tersebut, Karena menurutnya proyek tersebut baru beberapa bulan dikerjakan sudah terlihat ada yang rusak.

“Ini baru beberapa bulan dikerjakan, tapi hasil nya seperti itu, paving tidak rata dan ada yang ambles, besi penutup slokan/aliran air banyak yang ambles/melengkung, diduga besi itu yang digunakan tidak sesuai spek yang ada, ayo kita minta RABnya dan kita ukur ketebalannya”. Ucap M. Dahlan pada awak media.

Dengan adanya informasi dan temuan tersebut, Ali Ketua Ikwal Sumenep bersama awak media langsung melakukan investigasi ke lokasi dan langsung melakukan konfirmasi kepihak dinas terkait, dan langsung ke temu dengan Ardi selaku Kabid Perdagangan di Disperindag kabupaten Sumenep, yang menjelaskan bahwa proyek tersebut di kerjakan pada bulan Desember 2019 oleh CV. GontorMas dan sudah di audit BPK.

“Proyek ini dimenangkan tender oleh CV. GontorMas dengan anggaran sebesar kisaran Rp.900jt an, pekerjaan pada bulan Desember tahun 2019 dan proyek ini sudah diperiksa oleh BPK kok, dan tidak ada temuan dari audit BPK kemarin”. Ucap tegas Ardi kepada Ali Ketua Ikwal dan awak media di tempat kerjanya. Jumat 05/05/2020.

Atas pernyataan Ardi bahwa hasil audit BPK kemarin tidak ada temuan, hal itu menjadi pertanyaan bagi Ketua LPK2M dan Ketua Ikwal Sumenep atas hasil audit BPK yang tidak ada persoalan terkait proyek tersebut,

“Pernyataan Ardi terkait hasil audit BPK yang tidak menemukan penyimpangan itu perlu dipertahankan, Sedangkan hasil investigasi di lapangan terlihat paving ada yang amblas dan tidak rata, serta besi penutup slokan/aliran air melengkung/ambles, yang diduga besi yang digunakan tidak sesuai dengan Spek yang ada”. Ucap Ketua LPK2M pada awak media.

Sedangkan hasil konfirmasi dengan Ardi mengatakan bahwa hasil audit BPK kemarin tidak ada temuan atau penyimpangan terkait proyek taman bundaran di pasar Anom Sumenep. Karena dia sendiri yang mendampingi pemeriksaan BPK saat mengaudit di lapangan.

“Silahkan pertanyakan sendiri ke BPK, soalnya kemarin waktu di audit oleh BPK sama saya sendiri langsung kelapangan”. Ucap Ardi dengan nyantai.

Anehnya di saat Ardi di tanyakan tempat posisi papan nama proyek dan prasasti malah tidak tau tempat dan posisi prasasti proyek tersebut, hal ini membuat pertanyaan bagi Ketua umum LPK2M dan Ketua Ikwal Sumenep terkait penggunaan anggaran proyek tersebut. Bersambung…..(Tim).

Tags : Proyek MasalahSumenep

Leave a Response

*