close
HUKUM

Telaga Ngipik Bikin Heboh, Paguyupan Pemancing Lapor Polisi

PRN GRESIK – Pemancing di Telaga Ngipik, Jalan Siti Fatimah Binti Maimun, Kecamatan Gresik resah dengan adanya oknum tertentu melakukan  penangkapan ikan di telaga bekas tambang Semen Indonesia dengan menggunakan jaring, Minggu (28/6/2020).

Hal ini disebabkan karena rasa keberatan masyarakat yang di akumudir oleh Paguyuban Pemancing Telaga Ngipik terhadap oknum tertentu yang cara mencari ikan ditelaga Ngipik menggunakan alat jaring, sehingga para pemancing manual sulit mendapatkan ikan.

Kepada Pena Rakyat News Sukriansyah membeberkan duduk permasalahan mengapa dirinya mewakili Paguyupan untuk melaporkan oknum warga yang mencari ikan di Telaga Ngipik dengan menggunakan jaring, alasan yang mendasar adalah lahan Telaga Ngipik adalah milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang dulunya bekas tambang dan saat ini menjadi fasilitas wisata pemancingan umum sebagai wahana hiburan pemancingan untuk masyarakat umum, sedangkan kalau ikan-ikan yang ada di telaga dijaring apalagi menggunakan kapal, jelas hal ini merugikan warga yang mencari ikannya dengan menggunakan pancing. Penggalan kalimat Sukriansyah…

“Oknum yang menjaring sudah beberapa kali kita peringatkan dan kita larang untuk menggunakan jaring, namun mereka beralasan sudah mengantongi ijin menangkap ikan menggunakan jaring, tapi sayangnya sampai detik ini mereka belum bisa menunjukkan surat ijinnya”

Masih dalam seputar keterangan Sukriansyah, Telaga Ngipik ini memang dibawah kuasa dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang mana dulunya digunakan untuk tambang, namun saat ini Telaga Ngipik menjadi fasilitas umum dan menjadi wisata pancing bagi masyarakat sekitar, dengan kata lain masyarakat dapat mencari rejeki dengan memancing ikan di telaga Ngipik dan dijual, namun kalau sampai terdapat oknum warga yang serakah mencari ikan dengan menggunakan jaring, sangat berakhibat fatal dan faktanya sering terjadi pertikaian dan salah paham antara warga yang mencari ikan dengan pancing dengan oknum warga yang menggunakan jaring.

Dalam area Telaga Ngipik terpampang jelas tulisan ” tanah milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dilarang mancing, menjaring, mandi dan berenang di lahan area Telaga Ngipik”

Dengan kejadian ini Sekretaris Paguyuban Pemancing Telaga Ngipik, melaporkan kejadian ini kepada Polres Gresik agar kedepan mendapatkan solusi terbaik dan warga menjadi tenang untuk mencari rejeki ditengah wabah corona dengan mencari ikan di Telaga Ngipik, sementara untuk oknum warga yang menyalahi aturan dapat diproses hukum. (Fa’i)

Tags : GresikTelaga Ngipik Heboh

Leave a Response

*