By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: KHILAF DAN LUPA MEMBOBOL PERISAI KEMULYAAN
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » KHILAF DAN LUPA MEMBOBOL PERISAI KEMULYAAN
OPINI

KHILAF DAN LUPA MEMBOBOL PERISAI KEMULYAAN

Redaksi
Last updated: 9 Juli 2020 8:56 am
Redaksi
Published: 9 Juli 2020
Share
SHARE

Oleh : Ahmad Syafii
Sudah jamak lumrah bagi manusia yang ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Pencipta dengan predikat insan kamil, golongan kharu ummah (umat terbaik) dan berprestasi jika dibanding dengan golongan mkhluk lain selain manusia itu sendiri. Perangkat diri insan kamil adalah berupa cipta, rasa dan karsa sebagai perisai kemulyaannya. Namun ada perangkat lain yang diluar kesadaran manusia itu sendiri bahwa hal tersebut juga lekat pada diri setiap insan. Perangkat lain tersebut adalah khilaf (salah) dan lupa sehingga potensi yang sering dijumpai oleh manusia adalah kesalahan dan pelupa yang kelak akan membobol perisai kemulyaan.
Cipta merupakan satu dari tiga perangkat kemulyaan manusia yang dengannya setiap individu dapat mereka-reka sehingga memunculkan sebuah ide dan gagasan serta formulasi yang cemerlang untuk kelestarian dunia dan isinya.

Siapapun dengan gampang akan berucap yang sama ketika ditanya tentang pernak-pernik, seluk-beluk dan polah-tingkah yang berwarna warni corak ragamnya.

Semua itu dilakukan dalam kerangka kelestarian alam sebagai manifestasi diri dari Khalifatullah fi al ardl, terlepas kemudian menjadi dalih atau tidak hal tersebut kembali kepada personal masing-masing.

Artinya bahwa semua tergantung kepada maksud dan tujuannya sehingga tak ada yang mengetahui kecuali dirinya sendiri, sebab dalamnya lautan bisa diselami namun dalamnya hati seseorang hanya diri sendiri yang mengetahui. Cipta ini berpangkal pada akal pikiran sehingga dapat mempengaruhi tindakan penetrasi. Maka berfikir ulang perlu dilakukan untuk mereview hasil pola pikir sudah tepat atau tidaknya dalam berlogika.

Kemudian rasa; rasa ini merupakan dua dari tiga perangkat kemulyaan dan kelebihan manusia. Sebab dengan rasa manusia dapat mengenali segala sesuatu yang ada dibelahan dunia ini. Mulai dari rasa manis, legit, enak, gurih, nikmat, bahagia, syahdu, indah, gelak dan tawa serta segala tetek bengek yang memesonakan.

Begitu juga rasa sebaliknya seperti pahit, getir, pedih, perih, sedih, merana, sengsara, jerit tangis dan segala bentuk kenistaan dunia, semuanya manusia dapat merasakan karena perangkat rasa yang timbul dari dalam hati tersebut. Hal ini telah dirasakan semenjak manusia dilahirkan sehingga tangis dapat dikatakan bentuk gambaran lain dari sebuah rasa yang didalamnya terdapat dua kategori dan saling berlawanan, yakni pahit manis, sedih gembira, tinggi rendah, kaya miskin, sengsara nikmat dan lain sebagainya. Semua hal tersebut mulai dirasakan oleh manusia sejak kecil.

Dengan mengalami dan merasakan tersebut manusia diproyeksikan agar dapat belajar tentang apa yang pernah dialami untuk menjadi pengingat dan berhati-hati serta tidak ceroboh dalam segala hal. Seperti misalnya rasa sakit yang ketika diri merasa kesakitan maka jangan sampai terulang dan atau menimpakan kepada selain dirinya, karena telah pernah merasakan rasa tersebut. Rasa ini timbul dan berpusat pada hati, oleh karenanya orang tua selalu berpesan kepada anaknya untuk berhati-hati kapanpun dan dimanapun artinya gunakan hati dalam meninjau segala sesuatu atau kejadian demi kejadian agar tidak salah langkah dan berakibat cidera.

Selanjutnya adalah karsa; Karsa ini sebagai buah dari cipta dan rasa artinya dari olah pikir dan perasaan di hati sehingga ketika keduanya seirama akan melahirkan tindakan dalam bentuk karsa (keinginan, kehendak, kemauan). Irama cipta dan rasa yang bersinergi akan melahirkan tindakan yang berafiliasi kebermanfaatan dan kemaslahatan (positif) secara umum, namun jika tidak, akan dapat berakibat kepada ketidakbaikan (negatif) sehingga sering kali disebut nafsu, angakara, murka dan sejenisnya. Karena antara hati (rasa) dan pikiran (cipta) tidak ketemu, walhasil dampaknya adalah kerusakan.

Pertanyaannya adalah dimana letak demografi bahwa manusia merupakan insan kamil, khairu ummah tadi. Iya pembentukan awal tetap berlaku sebagai khoiru ummah, namun evolusi kepribadian sedang terjadi akibat abrasi potensi lain yakni khilaf (salah) dan lupa sehingga menggerus predikat insan kamil baik apatah terdapat peran unsur dari luar diri pribadi atau dari dalam diri sendiri itu hanya sebuah proses, namun yang pasti kata Allah Swt. dalam al-Quran Surat al-Alaq ayat 6-7 Kallaa inna al insaana layathghaa. An Ra-ahustaghnaa” Artinya;

“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena melihat dirinya telah lebih cukup”.

Maka disitulah khilaf dan lupa akan bercokol dan tumbuh sebagai teknologi virus pembobol perisai kemulyaan.

You Might Also Like

Landasan Hukum Bagi Wartawan dalam Menjalankan Kegiatan Jurnalistik.
ANALISA HUKUM ACARA PADA TINDAKAN ANARKISME YANG DILAKUKAN OLEH ANAK
Maraknya Penjualan Minol Di Banyuwangi, Eko Wibowa Aldi Berharap Pemerintah Bisa Bersikap Tegas
ASAS, TEORI DAN JENIS-JENIS PEMBARENGAN DALAM HUKUM PIDANA
SYARAT YURIDIS PENGALIHAN HARTA WARIS MELALUI PROSES AKTA PPAT
TAGGED:NasionalOpini Publik
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
HUKUM

PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?